Medan, ArmadaBerita.Com
Setelah warga menemukan sosok mayat yang diketahui bernama, M Rizky dari dalam sumur di TK Mardi Utami, PTPN II Jalan Pertempuran, Kecamatan Labuhan Deli pada Rabu (13/5/2020) sore, polisi akhirnya berhasil mengungkap kematian M Rizky.
Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi termaksud rekan korban, ternyata remaja berusia 18 tahun tersebut tewas akibat dibunuh.
Pelakunya tak lain teman korban yakni, Ridho Rahmadsyah (23), Agung Fitra (20) warga Jalan Karya Ujung, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli dan Paisal Tanjung (20) warga Jalan Melati, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli. Ketiganya kini diamankan di Mapolsek Medan Labuhan.
Terungkapnya pembunuhan remaja yang menetap di Jalan Perjuangan 10, Lahan Garapan, Kecamatan Labuhan Deli setelah polisi mengintrogasi Ridho Rahamdsyah yang menjadi teman korban terakhir hilang.
Alhasil, Ridho mengakui telah membunuh korban bersama dua temannya. Dalam waktu 1×24 akhirnya kedua teman pelaku berhasil ditangkap.
“Ya pelakunya sudah ditangkap. Nanti kita press rilis, tapi tunggu jangan ditulis dulu. Biar dipaparkan kapolres,” kata Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari kepada wartawan, Kamis (14/5/2020).
Sebelumnya, keluarga korban sempat merasa kecarian karena M Rizky sudah 5 hari tak pulang ke rumah. Bahkan keluarga korban sempat melaporkan kehilangan remaja 18 tahun itu ke polisi.
Penemuan korban pun akhirnya terkuak setelah jasad korban pertama kali ditemukan oleh Sri Mulyani yang tak lain orangtua dari berinsial R dari sumur sedalam 5 meter di kawasan gudang PTPN II. Awalnya Sri curiga melihat air sumur tidak bisa disedot sanyo. Lantas, wanita ini mengecek ke dalam sumur ada mayat.
Temuan itu langsung dilaporka ke warga, setelah dicek ternyata jenazah itu adalah M Rizky yang tak lain teman R. Karena kondisinya membusuk, evakuasi jenazah itu dibantu tim SAR.
Jenazah remaja itu dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan. Ternyata, pengakuan dari kakak kandung korban, pada tanggal 3 Mei lalu. R dan M Rizky pergi naik sepeda motor ke Jalan Setia Budi, sehabis itu tidak pernah pulang ke rumah.
Warga pun curiga dengan pengakuan R yang tidak mengetahui keberadaan korban setelah mereka pergi, pernyataan R berbelit-belit sempat mengundang kemarahan warga.
Pasca evakuasi jenazah korban, polisi telah memeriksa secara intensif terhadap R, akhirnya pelaku terungkap. Sehubung pengakuan R, diringkus pula pelaku lainnya. (Red)










