NEWS  

Hati-hati, Pelaku Pencurian Berkeliaran di Massa Pandemik Covid-19

Share

Percut, ArmadaBerita.Com

Di massa merebaknya wabah virus Corona (Covid-19) di Indonesia ternyata juga semakin meningkatnya aksi kejahatan. Hal itu setelah pemerintah melalui Kemenkumham RI melepas ribuan Napi berbagainkasus kejahatan.

Imbasnya, para residivis berkeliaran. Sehingga masyarakat perlu waspada dan selalu berhati-hati kalau tidak mau bernasip serupa seperti, Salpiah (35) warga Jalan Bejo, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Ibu lima orang anak ini terpaksa merugi karena kreta Honda Scoopy BK 2756 AHY miliknya raib di gondol maling, Sabtu (9/5/2020) sore.

Padahal, pencurian itu terjadi di teras rumah orangtuanya Jalan Benteng Hilir/Jalan Masnsurdin, Gang Anggrek 5, Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan.

Atas kejadian itu, korban bersama anaknya, Robby (17) membuat laporan resmi ke Polsek Percut Sei, Tuan dengan nomor STTPL/1028/K/V/2020/SPKT/Percut, Senin (11/5/2020) pagi.

Kepada wartawan, ibu dan anak itu mengaku kawasan tempat tinggalnya beberapa bulan belakangan ini memang rawan aksi pencurian. Apalagi semenjak masa pandemik Covid-19.

“Di kampung kami sejak wabah Corona ini rawan sekali pencurian. Entah kenapa ini juga menimpa kami,” kata, Salpiah, mengawali ceritanya.

Dirinya pun mengaku nahwa sepeda motor Scoopy BK 2756 AHY miliknya raib di teras rumah orang tuannya. Padahal situasi rumah itu ramai.

“Sepeda motor itu diparkir dekat bapak saya yang lagi menjahit pakaian. Rupanya bapak saya masuk ke dalam rumah ngambil sesuatu, tapi masih ada mamak saya disitu yang juga menjahit, sekalian jaga kedai,” kata korban.

Tak lama, sambung korban lagi, seorang pria datang. Pria yang belum diketahui identitasnya itu berpura-pura membeli 3 batang rokok dengan uang pecahan Rp 50 ribu. Ibu korban yang sudah berusia senja, menjuali pinta pria yang mengenakan jaket biru coklat tersebut.

“Pas sibuk mengembalikan uang, pelaku masuk ke teras di sebalah dinding kedai dan diam-diam mengambil sepeda motor Scoopy kami, mamak kami pun tercengang,” tutur korban.

Beberapa detik tercengang, wanita setengah baya yang merupakan ibu korban lalu berupaya teriak sehingga korban (Salpiah) keluar dari dalam rumah dan disusul Robby serta warga lainnya.

“Tapi pelakunya sudah langsung tancap gas ke arah Laud Dendang pinggiran sungai. Kami baru hari ini melapor karena kejadiannya Sabtu Sore dan sepeda motor itu masih kredit sekitar 1 tahun lagi,” beber korban sedih.

Atas kejadian itu, korban berharap sekiranya polisi dapat segera merespon aksi curanmor tersebut agar tak menjadi kegelisahan bagi warga disana.

“Kalaulah pelakunya bisa ditangkap, mungkin pelaku lain jadi gak berani mencuri di kampung kami. Semoga polisi bisa mengusut dan melacak kasus yang saya alami dan pencurian yang banyak terjadi di kampung kami,” harapnya. (Nst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *