Tapanuli Selatan ArmadaBerita.Com
Sejumlah agen penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang menjadi gerai voucer di wilayah Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dituding memberikan beras yang tidak layak dikonsumsi.
Beras yang diberikan kepada KPM (Kelompok Penerima Manfaat) tersebut berasal dari Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Padangsidimpuan bertuliskan beras premium.
Demikian disampaikan Ketua LSM Monitoring Penyelenggra Negara Tabagsel Sumatera Utara, Marajuddin Harahap SP, didampingi Wakil Ketua Parlindungan Simamora, kepada Wartawan, Sabtu (18/4/2019).
Marajuddin Harahap SP mengatakan bahwa beras jenis premium yang diberikan agen penyalur Boru Harahap di Kelurahan Sangkunur memiliki aroma bau dan tidak layak konsumsi. Hal itu menurutnya membuat keluarga penerima manfaat (KPM) menjadi sangat dirugikan.
Pratik penyimpangan BPNT juga terdapat ketidaksesuaian uang dengan pangan yang diberikan oleh agen penyalur. Alhasil, praktik itu membuat tujuan pemerintah membantu masyarakat miskin menjadi tidak tepat sasaran.
“Tim saya di lapangan menemukan beberapa tempat dugaan penyimpangan tersebut,” jelas Marajuddin.
“Kalau KPM beli beras medium asli, dengan harga sesuai harga asli beras medium mereka bisa mendapatkan sekitar 10 kilogram per bulannya. Namun karena berasnya dipalsukan seakan-akan premium dan harganya menjadi setara beras premium, KPM akhirnya hanya dapat mendapatkan 8 kilogram beras. Artinya hak KPM disunat,” paparnya lagi.
Dia mengatakan, tidak menutup kemungkinan praktik itu didalangi oknum di Dinas Sosial Tapanuli Selatan ataupun oknum dari Bulog. “Kalau memang nantinya ditemukan ada permainan, saya akan serahkan ke pihak berwajib, tegasnya.
Sementara itu, agen penyalur BPNT Boru Harahap saat dikonfirmasi mengatakan beras yang disalurkannya kepada KPM berasal dari Bulog Padangsidimpuan. Namun beras tersebut ber-aroma bau dan tidak layak untuk dikonsumsi. Sudah sering warga mengeluh kondisi beras seperti ini, namun apa boleh buat Bulog tidak bersedia menggantinya.
“Saya sudah sering protes meminta beras untuk diganti. Namun Bulog tidak bersedia dengan alasan kalau diganti, Bulog akan rugi. “Selama ini beginilah jenis beras yang diberikan kepada KPM,” ucapnya. (Syah)











