EKBIS  

Dihantam Banjir, Harga Cabai Rawit Meroket

Tanaman cabai yang terkena banjir di musim penghujan. (ABC/ist)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Harga sejumlah kebutuhan pangan terpantau stabil selama Natal berlangsung. Namun untuk Cabai Rawit, meroket sejak hari Selasa atau sehari setelah Natal. Harga Cabai Rawit ini naik tajam hingga menyentuh Rp 68 ribu per Kg.

“Pada hari ini, harga Cabai Rawit ditransaksikan mahal dikisaran level Rp 50 ribuan per Kg nya. Perayaan Natal di Sumatera Utara (Sumut) yang dibarengi dengan hujan seharian, termasuk juga di wilayah lainnya seperti Aceh telah memicu kenaikan harga Cabai Rawit,” kata Ekonom asal Sumut, Gunawan Benjamin yang juga merupakan Ketua Tim Pemantau Harga Pangan, Rabu (27/12/2023).

Dipaparkannya bahwa banjir di Aceh sempat memutus jalur distribusi Cabai dari wilayah Takengon yang kerap masuk ke pasar pasar tradisional di Kota Medan. Harga Cabai Rawit yang di akhir pekan sebelumnya sempat stabil dikisaran 45 ribuan per Kg, melonjak naik hingga mencapai 51 persen pada hari Selasa kemarin. Namun saat ini harganya sudah berangsur turun.

Di Takengon Kabupaten Aceh Tengah dalam suatu periode tertentu memang kerap mengirimkan Cabai Rawit dalam jumlah besar, yang terkadang membuat Sumut sangat bergantung pada Cabai dari Aceh. “Dan kali ini konsumen tentunya terbebani dengan kenaikan harga Cabai Rawit setelah terjadi bencana banjir di sejumlah wilayah,” ujarnya.

Selain komoditas Cabai Rawit, sebut Gunawan, Daging Ayam pada hari Rabu ini juga justru mengalami kenaikan harga setelah Natal. “Kenaikan ini masih menyambung proyeksi saya sebelumya, dimana di bulan Desember ini harga Daging Ayam berpotensi untuk naik dikisaran Rp 33 hingga 35 ribu per Kg nya,” bebernya.

Menurut Gunawan, masalah utama kenaikan harga Daging Ayam ini terletak pada stok yang memang menurun setelah peternak tidak mendapatkan keuntungan saat harga Daging Ayam sempat di bawah Rp28 ribu per Kg.

Berdasarkan hasil survei dari beberapa pedagang di Kota Medan, pada hari ini harga Daging Ayam naik dikisaran Rp 31 hingga 32 ribu per Kg. Hal itu masih sesuai dengan harga keekonomiannya. Dan selebihnya, sejumlah komoditas pangan di pasar sejauh ini masih bergerak stabil jelang tahun baru nanti.

“Saya belum melihat adanya potensi kenaikan yang cukup besar untuk komoditas pangan selain hortikultura. Selain itu ada Sayur-sayuran dari dataran rendah yang juga mengalami kenaikan sekitar 20 persen sejak natal kemarin,” ungkapnya.

Dirinya menilai bahwa kebaikan itu bukan hanya dikarenakan jelang tahun baru atau natal (demand) maka harga kebutuhan naik. Akan tetapi, karena faktor cuaca serta pengendalian pasokan yang lebih berperan dalam pembentukan harga sejauh ini.

Disisi lain, harga cabai merah turun sekitar 5000 per Kg pada saat ini. Harga cabai merah ditransaksikan dikisaran 28 hingga 30 ribu per Kg nya.

Untuk selebihnya, jelas Gunawan harga kebutuhan pangan masyarakat masih terpantau stabil, seperti Telur Ayam, Daging Sapi, Beras, Minyak Goreng, Gula Pasir, Bawang Merah, dan Bawang Putih. “Permintaan atau demand akan mencapai puncaknya pada hari Jum’at atau Sabtu pekan ini. Namun harga sejauh ini diproyeksikan tidak akan banyak mengalami perubahan,” jelasnya. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *