Mengatasi Rendahnya Cakupan ASI Eksklusif, Kader Diberdayakan

Share

Nias, ArmadaBerita – Tim dari Universitas Sumatera Utara melakukan pelatihan kader di wilayah kerja Puskesmas Sogaeadu, Kabupaten Nias, Jumat (27/10). Tim ini dipimpin oleh Dr. Fotarisman Zaluchu, dengan anggota Dr. Putri C Eyanoer dan Saipul Bahri, SIP, M.Sos bekerjasama dengan Dr. Sari Andajani, dosen senior dari Department of Public Health, Auckland University of Technology.

“Pelatihan ini bertujuan memberdayakan kader. Mereka sebenarnya aset lokal yang paling paham pendekatan lokal dan kondisi sosial masyarakat. Sayangnya mereka sering diabaikan”, papar Dr. Fotarisman Zaluchu menjelaskan. Ia menambahkan bahwa saat ini Kepulauan Nias berada dalam ancaman stunting dan rendahnya animo memberikan ASI eksklusif ditengarai menjadi salah satu penyebabnya. Akibatnya ini akan menghasilkan generasi-generasi rendah kualitas kesehatan dan potensi intelektual. Karena itulah, “kami melibatkan kader. Mereka menjadi ujung tombak perubahan kondisi ini”.

Pelatihan kader dilakukan dengan memberikan materi yg sederhana, disertai alat bantu yg menarik. Para kader yg dilatih langsung berpraktik menyampaikan edukasi kepada para ibu menyusui yg sebelumnya telah didampingi oleh Dina Hura, MKeb, salah seorang tim pendamping lapangan kegiatan ini.

Kepala Puskesmas Sogaeadu, Setiani Waruwu sangat bergembira atas upaya tim dari USU ini. “Kami sangat senang karena dilakukan pemberdayaan yang konkrit”, katanya. Kader yang dilatih pun menyampaikan bahwa mereka tidak pernah diberikan pemahaman yang sederhana dan mudah dipahami seperti yg disampaikan oleh tim dari USU ini.

Pelatihan ini akan ditingkatkan cakupannya supaya lebih banyak kader dilatih dan diberikan peningkatan kemampuan mengatasi masalah kesehatan di wilayahnya khususnya mengatasi rendahnya pemberian ASI eksklusif dan stunting. (Dewa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *