Oleh Arvin Syahputra Nasution
Dalam era yang penuh tantangan ini, hubungan antara polisi dan masyarakat menjadi sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di suatu negara. Citra negatif yang melekat pada polisi bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian secara keseluruhan. Namun, kisah Bripka Muhammad Hendrawan Bakti, seorang Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), memberikan contoh nyata tentang bagaimana polisi dapat membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat dan mendapatkan dukungan serta kepercayaan dari mereka.
Dalam menjalankan tugasnya, Bripka Bakti selalu berada di tengah-tengah masyarakat. Meskipun baru bertugas selama sekitar 1,5 tahun di Desa Sei Rotan, Polsek Percut Sei Tuan, Bripka Bakti sering menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di desa tersebut.
Ia selalu turun langsung ke masyarakat ketika terjadi masalah di desa. Permasalahan yang sering terjadi meliputi perbedaan pendapat, pencemaran nama baik, pencurian, dugaan pencabulan, dan kasus penjambretan. Bripka Bakti memiliki pengetahuan tentang setiap masalah kecil yang dihadapi oleh warga di kampung itu.
“Saat saya ditugaskan sebagai Bhabinkamtibmas di Desa ini, saya sudah menyampaikan kepada Kepala Dusun agar tetap melaporkan kepada saya jika ada permasalahan. Saya selalu siap hadir 24 jam jika diperlukan,” kata Bakti saat diwawancarai oleh wartawan pada Sabtu (17/6/2023) sore.
Tidak heran Bakti cukup dikenal di desa tersebut. Banyak masalah yang dapat diselesaikan melalui penyuluhan hukum dan musyawarah.
Bagi Bakti, setiap kasus yang ditangani merupakan pengalaman berharga, meskipun terkadang sepele. Sebagai contoh, ada kasus tuduhan pencurian terhadap seorang wanita paruh baya. Tuduhan tersebut bahkan membuat gempar seluruh kampung dan wanita tersebut dilabrak di rumahnya. Anak-anak dan keluarga wanita tersebut juga merasa tidak terima.
Kepala dusun pun merasa kewalahan menghadapinya. Pasalnya, wanita tersebut tidak menerima tuduhan tersebut dan berencana melaporkan kasus pencemaran nama baik tersebut ke kantor polisi. Apalagi, wanita tersebut merupakan penduduk lama di kampung tersebut dan pihak keluarga merasa tersakiti atas tuduhan tersebut.
Bakti langsung turun ke lokasi, bahkan di malam hari. Ia memediasi kedua belah pihak dan mendengarkan cerita keduanya. “Setelah saya mendengarkan kedua belah pihak, saya memberikan penyuluhan hukum. Saya menjelaskan kepada mereka bahwa jika kasus ini berlanjut, pihak yang menang akan menjadi arang dan yang kalah akan menjadi abu, serta akan menimbulkan dendam yang berkepanjangan,” terang Bakti.
Selain itu, melanjutkan laporan tersebut akan memakan waktu kedua belah pihak dan bahkan dapat menimbulkan biaya yang tidak sedikit, terlebih jika sampai ke pengadilan. “Setelah saya memberikan penyuluhan hukum, mereka menerima dan sepakat untuk berdamai serta saling memaafkan,” ucap Bakti.

Dalam lakukan tugasnya, Bakti tidak hanya mengandalkan penyuluhan hukum, tetapi juga menggunakan pendekatan yang lebih luas untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Sei Rotan.
Selain mengatasi masalah yang muncul, Bakti juga aktif dalam kegiatan pencegahan kriminalitas. Dia sering mengadakan sosialisasi tentang pentingnya keamanan dan ketertiban kepada masyarakat. Dia memberikan informasi tentang cara mencegah pencurian, tindak kekerasan, dan pelanggaran lainnya. Bakti juga bekerja sama dengan pihak desa dan instansi terkait untuk mengadakan kegiatan rutin seperti siskamling (sistem keamanan lingkungan) dan patroli bersama untuk menjaga keamanan di desa.
Selain itu, Bakti juga memberikan perhatian khusus pada anak-anak dan remaja di desa. Dia menyadari pentingnya memberikan pemahaman yang baik tentang hukum dan etika kepada generasi muda. Oleh karena itu, dia aktif terlibat dalam kegiatan pendidikan dan sosialisasi di sekolah-sekolah setempat. Dia memberikan ceramah tentang bahaya narkoba, kenakalan remaja, dan pentingnya menjaga ketertiban masyarakat. Bakti juga terlibat dalam kegiatan olahraga dan kesenian untuk memberikan alternatif positif kepada anak-anak dan remaja agar terhindar dari kegiatan negatif.
Kehadiran dan dedikasi Bakti sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Sei Rotan telah memberikan dampak positif. Masyarakat merasa memiliki seorang polisi yang peduli dan siap membantu dalam menyelesaikan permasalahan mereka. Hubungan antara polisi dan masyarakat menjadi lebih baik dan saling percaya.
Bakti adalah contoh nyata dari seorang polisi yang menjalankan tugasnya dengan integritas dan dedikasi tinggi. Melalui pendekatan yang humanis dan pencegahan kriminalitas, dia berusaha menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis bagi masyarakat. Dedikasinya sebagai Bhabinkamtibmas telah memberikan inspirasi bagi rekan-rekannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Sei Rotan. (*)











