NEWS  

Masuk dan Tidur di Rumah Dosen, Pria Gondrong Ini Ditangkap Warga, Ngakunya Jagain Rumah

Share

Percut, ArmadaBerita.Com

Wawan Gunawan, terkejut bukan kepalang begitu membuka pintu rumahnya di Jalan Anggrek Merah III, Dusun 17, Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan, Jum’at (10/2/2023) sore.

Musababnya, begitu menoleh ke dalam salah satu kamar, dilihatnya ada seorang pria tak dikenal. Pria itu berpenampilan lumayan sangar dan memiliki rambut yang gondrong. Karena ketakutan, Wawan Gunawan yang berprofesi sebagai Dosen ini manggil para warga.

Korban bersama warga lantas mengecek seiisi rumah yang ditinggal kosong. Ternyata dua kamar di rumah itu sudah berantakan. Paling parah kamar anaknya yang terlihat pakaian serta barang-barang di dalamnya sudah kacau berantakan. Apalagi melihat mesin kompresor air di belakang rumahnya sudah raib.

“Saya pas buka pintu dan mengecek ke dalam dia sedang santai tiduran, saya pun jadi terkejut karena ada orang di dalamnya yang tidak saya kenal. Saat dicek, mesin kompresor udah hilang. Saya juga belum tau apa saja barang yang hilang dari kamar anak saya, lihatlah kondisinya sangat berantakan,” kata Wawan Gunawan ketika ditemui di rumahnya.

Bersama warga, pelaku pun ditanyai. Pria berpenampilan mirip preman yang dipergoki dalam rumah nya itu mengaku bernama, Ali dan biasa dipanggil Ali Gondrong.

“Kita nggak kenal ini orang mana, dia tidak memiliki KTP. Warga menduga kuat kalau dia sedang mencuri,” kata Pungut, selaku RT setempat.

Warga pun sempat emosi dan nyaris menjadikan Ali Gondrong sebagai pelampiasan emosi. Pasalnya, ada sebagian warga yang pernah melihat pria tersebut melangsir beberapa barang yang belum tau dari mana asalnya. Apalagi marak aksi pencurian. Untungnya kemarahan massa dapat diredam warga lainnya disana.

“Iya pernah kekuatan orang ini bawa barang mesin air dan beberapa barang lainnya, kurasa dari rumah ini juga. Lagian ngapain di si dalam rumah orang ini,” ketus warga.

Saat Ditanya, pria berambut gondrong itu mengaku berasal dari kawasan Kecamatan Patumbak. Dirinya bisa masuk ke rumah permanen dengan tembok setinggi lebih 2 meter itu dengan cara memanjat.

“Saya bukan mau maling pak. Saya cuma disuruh jagain rumah ini. Yang menyuruh saya Ateng,” kilahnya.

Untuk menghindari amukan massa karena ulah pelaku yang tak mau mengaku, kasus itupun dilaporkan kepada pihak kepolisian. Tak butuh lama, personel Polsek Percut Sei Tuan tiba di lokasi dan langsung memboyong pelaku ke dalam mobil polisi. Sementara itu, pilih rumah menyusul untuk memutuskan membuat laporannya.

“Anggota kita sudah ke lokasi dan saat ini terduga pelaku masih kita proses,” sebut Kanit Reakrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu J. Simamora. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *