NEWS  

Dua Organisasi Mahasiswa Demo Soal Pembakaran Kitab Suci

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Dua organisasi mahasiswa menggeruduk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) Jalan Imam Bonjol dan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (6/2/2023).

Sedikitnya ada 150 orang pendemo yang merupakan mahasiswa di berbagai kampus di Medan. Mereka mengatasnamakan dari dua orang bisa di kemahasiswaan yakni, Forum Silahturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Sumut dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumut.

Dalam unjukrasa (Unras) tersebut, massa mengecam tindakan pembakaran kitab suci Al-Qur’an yang dilakukan Politikus Swedia, Rasmus Paludan.

“Kami mendesak Pemerintah Negara Swedia untuk menindak tegas terhadap pelaku pembakar Al-Qur’an dan mendukung Pemerintah Indonesia untuk terus mengawal isu pembakaran Al-Qur’an sampai selesai,” kata koordinator aksi/korlap, Putra Rajanami.

Usai menyampaikan aspirasinya, massa aksi diterima oleh Perwakilan Anggota DPRD Sumut dari Komisi D. Perwakilan mahasiswa lantas berdialog dengan anggota dewan disana. Setelah menyampaikan kecamannya, massa aksi unras meninggalkan Kantor DPRD Sumut dan melanjutkan aksinya menuju Kantor Gubernur Sumut.

Di Kantor Gubernur Sumut, massa aksi FSLDK Sumut dan KAMMI diterima oleh Biro Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Sumut.

Massa menerima penyampaian perwakilan dari Kantor Gubernur Sumut kemudian membubarkan diri dengan tertib. Kegiatan berlangsung dalam keadaan kondusif.

Selama aksi di dua lokasi dari dua organisasi mahasiswa itu, personel Polrestabes Medan bersiaga dengan ketat untuk menjaga situasi dari kegaduhan dan hal-hal yang tidak diinginkan.

Pengamanan itu langsung dipimpin Kabag Ops Polrestabes Medan, AKBP Arman Muis, didampingi Kabaglog, AKBP H Zhoni Aroma, Kasat Intelkam AKBP Ahyan, Kasat Samapta Kompol Pardamean Hutahean, Kasiwas Kompol Marolop Sirait, Kapolsek Medan Baru, Kompol Ginanjar Fitriadi, dan Kasubbagdalops, Kompol Daulat Simamora. Perwira polisi disana menyiagakan anggotanya untuk mengantisipasi massa. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *