NEWS  

Hasil UKW 55-56 Ditutup, 8 Peserta Tidak Lulus, Ketua PWI Sumut Akan Evaluasi

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Setelah melakukan Pra Uji Kompetensi Wartawan (Pra UKW) dan langsung menyelenggarakan UKW selama 3 hari, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Utara (PWI Sumut), H. Farianda Putra Sinik resmi menutup penyelenggaraan UKW usai diumumkannya hasil kelulusan oleh penyelenggara, Rabu (28/12/2022) siang.

Beberapa menit setelah selesai mengikuti ujian, penyelenggara mengumumkan bahwa terdapat 8 peserta yang dinyatakan tidak lulus.

“Dari 47 yang mendaftar ikut ujian, 9 peserta absen sehingga berjumlah 38 (26 peserta Muda dan 12 (naik tingkat Madya). Dan dari 38 yang mengikuti terdapat 8 orang yang tidak lulus,” kata Farianda Putra Sinik yang juga sebagai Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut sesat setelah ujian berakhir di Hotel Swiss Belinn Jalan Gajah Mada Medan.

Dirinya menyayangkan masih banyak peserta yang tak lulus dalam UKW yang penyelenggaraannya menggunakan dana APBD Pemrov Sumut ini. Padahal, ia berharap para peserta UKW yang diselenggarakan atas kerjasama PWI Sumut dan SPS Sumut ini dapat lulus semua. Untuk itu ia mengaku akan melakukan evaluasi terhadap para penguji maupun calon peserta yang akan mengikutinya.

“Kami akan melakukan evaluasi kembali. Namun dari semua itu, saya selalu menekankan bahwa bobot adab adalah yang jadi kunci utama. Karena meski tinggi ilmunya tapi adabnya kurang, itu tidak bisa, itu selalu saya tekankan,” ucapnya.

Meski begitu, ia juga menyadari bahwa kebanyakan peserta yang gagal dan belum kompeten dikarenakan gugup saat pelaksanaan ujian.

“Karena saya juga merasakan itu. Saya pun dihadapan penguji waktu dulu gugup. Dan pernah sewaktu berpidato menggunakan teks saya gugup sampai melihat tulisan hitam semua. Maka dari itu, sebelum UKW pada masa kepemimpinan saya ini diterapkan Pra UKW,” ujarnya.

Selain itu, sebutnya, para peserta UKW banyak yang kalah pada bidang ujian Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA). “Dan kebanyakan peserta itu yang salah mengenai KEJ dan PPRA. Saya pun setuju itu jika ada peserta yang tidak lulus jika tidak mengetahui KEJ,” tuturnya.

Para peserta UKW saat menyimak arahan dan masukan dari penguji.

Kedepan, selain melakukan evaluasi, sebagai Ketua PWI Sumut, Farianda berharap kepada para penguji tidak terlalu kejam kepada peserta. “Karena suatu saat kita pasti menemui seperti itu. Boleh kejam, tegas, tapi kita kan punya hati nurani, kita lihat ada usia sudah tua, dari daerah pula, kalau masih banyak yang bagus jadi pertimbangan, tolonglah dibantu,” harapnya.

Dirinya juga mengungkapkan keherananya terhadap M. Syahrir selaku penguji yang kali ini bisa membawa peserta yang dibawah pengawasannya selama ujian bisa lulus. “Ini langka. Nggak biasanya dia (M. Syahrir). Biasanya setiap dia pengujinya pasti ada yang saja yang tidak lulus,” ucapnya diiringi tepuk tangan dan senyum para penguji serta peserta UKW di ruang itu.

“Tapi ada juga faktor “Luck” artinya faktor keberuntungan bawaan badan. Maka dari itu kita jangan melupakan untuk selalu berdoa, karena doa itu menentukan,” pesanya.

Pun begitu, bagi para peserta yang tidak lulus, Farianda mengucapkan semangat dan jangan berkecil hati karena masih bisa mengikuti UKW setelah masa 6 bulan dari sekarang. “Enam bulan berlalu sudah bisa ikut UKW lagi, dan saya janji jika mengikuti lagi akan kita prioritaskan untuk ikut,” tegasnya.

Akhir kata, Farianda mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh panitia baik dari SPS Sumut, PWI Sumut dan juga kepada Wakil Gubernur Sumatera Utara (Gubsu Musa Rajekshah yang menyempatkan hadir pada saat pembukaan di hari pertama ujian UKW sekaligus menjadi nara sumber bagi peserta UKW.

“Kami seluruh SPS dan SPSI mengucapkan terimakasih dan memohon maaf apabila terdapat kata-kata dan sikap kurang berkenan,” pungkas Farianda sembari menutup secara resmi kegiatan UKW angkatan 55-56 tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *