Jakarta, ArmadaBeritaCom – Sekolah adalah rumah kedua bagi anak. Waktu-waktu terbaik anak ada di sekolah. Melalui sekolah, anak dapat menggali dan mengembangkan potensi dan kemampuannya.
Kemampuan seorang anak sendiri dapat dinilai dari banyak hal, mulai dari nilai agama dan moral, sosial dan emosional, bahasa, seni, motorik dan terakhir kognitif yang sekiranya menjadi beberapa aspek untuk pengembangan kemampuan seorang anak. Masing-masing aspek itu sendiri memiliki banyak peranan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak khususnya anak yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak.
Dari beberapa aspek kemampuan anak sebelumnya, aspek kognitif merupakan salah satu kemampuan seorang anak yang perlu diperhatikan sejak dini karena aspek ini penting untuk kehidupan sehari-hari mereka. Oleh karena itu pengembangan kognitif pada anak dapat dilakukan dengan melakukan beberapa kegiatan, salah satu contohnya adalah Calistung atau Baca Tulis dan Hitung.
Selain itu, para murid harus dibantu untuk mengembangkan kemampuan kreativitasnya dimana kreativitas mencerminkan kelancaran dan orisinalitas dalam berpikir. Kreativitas yang dimiliki anak nantinya digunakan untuk menghadapi berbagai permasalahan yang ada ketika sang anak berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Sehingga sang anak akan mencoba berbagai alternatif untuk memecahkan masalah yang ada. Tidak hanya itu, kreativitas juga mempengaruhi sang anak untuk menghasilkan produk, gagasan atau ide yang pada dasarnya baru.
Pada kesempatan kali ini terdapat tiga mahasiswa dari UKRIDA Jakarta melaksanakan kegiatan mengajar di salah satu sekolah yang terletak di daerah pluit yaitu Sekolah Kolong. Dimana awalnya Sekolah Kolong ini adalah tempat pembuangan sampah di lingkungan sekitar, lalu diminta untuk diubah menjadi taman atau tempat bermain oleh seorang anak yang tinggal di daerah tersebut.
Setelah menjadi taman, diadakanlah semacam kursus untuk anak-anak sekitar yang kemudian diminta untuk dibangun menjadi sekolah yaitu Sekolah Kolong yang ada sekarang. Dari data yang didapat sekitar 120 siswa dari TK-SD. Untuk TK terdapat 50 siswa dengan kegiatan pembelajaran dimulai pukul 07.00-08.00 WIB dari Senin sampai Jumat.
Kegiatan mengajar untuk Sekolah Kolong ini dilakukan setiap minggu pada hari Rabu selama 5 kali oleh ketiga mahasiswa ini. Pengajaran ini dilakukan secara tatap muka, sehingga pengajaran yang dilakukan ini dapat terlaksana dengan maksimal. Anak-anak yang belajar juga penuh dengan antusias untuk mendengarkan dan mengerjakan soal yang diberikan.
Siapa sangka pengajaran oleh tiga mahasiswa ini membuahkan hasil yang cukup baik untuk peserta didik. Yang pada awalnya terdapat anak yang tidak bisa membaca atau menulis sama sekali, namun karena semangat dari anak itu untuk terus belajar dan semangat dari ketiga mahasiswa ini untuk mengajar sehingga pada akhir pengajaran ini, anak tersebut dapat membaca dan menulis dengan benar.
Adapun halangan dari kegiatan mengajar ini adalah kurangnya buku pelajaran khususnya buku cetak bagi para murid TK, dikarenakan harga buku cetak yang cenderung lebih mahal dari buku murid SD. Karena itu, kampus UKRIDA memberikan sumbangan untuk Sekolah Kolong ini dengan membelikan sekitar 50 buku cetak untuk para murid TK dan juga alat tulis untuk mereka. Melalui sumbangan buku ini, mereka berharap para murid semakin semangat untuk mengasah kreativitasnya dalam proses belajarnya.
Pembelajaran yang dapat kelompok kami ambil selama kegiatan pengabdian masyarakat di sekolah kolong adalah ketika saya dan teman-teman saya mengajarkan kepada anak-anak mulai dari baca, menulis dan mewarnai, karena disitu mereka terlihat sangat antusias saat mengerjakannya.
Dengan adanya mata kuliah ini tentunya membuahkan hasil yang cukup baik dikarenakan mahasiswa dapat beradaptasi dengan lingkungan luar dan mendapatkan ilmu baru yang belum pernah didapatkan sebelumnya. (*)
Artikel ini ditulis oleh tim mahasiswa Ukrida yang terdiri dari: Adrianne Mathilda, Sharon Amelinda dan Anjelina AgustanayaeAnjelina, Mahasiswa Ukrida.











