Jakarta, ArmadaBeritaCom- Panti Asuhan Griya Asih didirikan di Jalan Murdai 1 No 1, Cempaka Putih Barat dengan tujuan menampung dan mengusahakan pendidikan bagi anak-anak yang terlantar.
Penghuni panti ini mayoritas berusia remaja serta anak-anak dalam usia pertumbuhan. Dalam hal ini program kebersamaan di panti asuhan Griya Asih menjadi hal yang penting karena target dari program ini adalah anak-anak dalam usia pertumbuhan yang cenderung ingin bermain dan mencari hal-hal yang baru.
Rentang target usia anak-anak adalah 3 sampai 18 tahun. Program tersebut berjalan dalam jangka waktu 5 minggu yaitu dari tanggal 22 Mei 2022 dan berakhir di tanggal 26 Juni 2022 pada setiap hari Minggu pukul 16.00 – selesai.
Program sempat tertunda 1 minggu dikarenakan adanya kondisi yang berhalangan pada minggu ke-3 program berjalan sehingga kami sempat mengajukan ke pihak panti untuk mengganti pada minggu lain.
Jumlah peserta yang hadir dalam program ini sangat relatif dan berkisar 10 sampai 15 anak. Tempat yang digunakan untuk program ini adalah ruangan aula yang telah disediakan oleh pihak panti Griya Asih.
Ruangan aula tersebut cukup luas dan terdapat cukup ruang untuk melakukan kegiatan yang kami telah rancang dan sepakati. Beberapa anak-anak terutama yang lebih dewasa terlihat tidak terlalu antusias. Mungkin mereka mempunyai sudah sering mengikuti program yang relatif sama dengan yang kami tawarkan.

Namun tidak dengan anak-anak yang masih kecil. Antusiasme mereka sangat tinggi dan mereka sangat menempel pada kami seiring berjalannya program.
Akan hal ini, kami menyadari sebenarnya anak-anak tersebut hanya kesepian dan jenuh terhadap lingkungan yang sama dan teman yang sama. Padahal seharusnya anak-anak yang masih bertumbuh terutama yang masih belia diharapkan agar banyak bermain dan belajar.
Sebab itu, kami mengobservasi apa yang seharusnya para anak-anak butuhkan. Kami mengambil kesimpulan bahwa mereka hanya membutuhkan teman untuk bermain, maka daripada itu kami mengubah sedikit rencana program kami untuk menyesuaikan antusiasme mereka dalam bertemu orang yang baru.
Proses dalam pelaksanaan projek kami dibagi menjadi 2 dan bergantian pada setiap minggunya. Dikarenakan kami berbagi dengan kelompok lain yang juga melakukan projeknya di tempat yang sama, kami juga berkolaborasi dengan kelompok tersebut pada hari pertama dan terakhir.
Sisanya kami menyepakati untuk minggu berikutnya kami mengambil peserta yang berusia remaja dan mengganti peserta yang masih anak-anak pada minggu berikutnya lagi . Lokasi yang digunakan juga berbeda sehingga tidak mengganggu kelompok lain yang juga sedang beraktivitas.

Dari observasi kami selama melayani di panti ini, terjadi inkonsistensi pada peserta yang berumur remaja. Mereka mempunyai aktivitas lain seperti pergi ke gereja atau diperbolehkan untuk keluar sendiri sehingga jumlah peserta yang kami layani untuk remaja selalu berubah, namun mudah untuk diajak untuk bermain dan bekerjasama.
Hal tersebut terbalik dengan peserta yang masih berusia anak-anak, jumlah mereka selalu konsisten karena masih tidak diperbolehkan untuk beraktivitas di luar namun sangat sulit untuk mengajak bermain dan bekerjasama karena emosi, energi, dan antusiasme yang tinggi dari anak-anak tersebut.

Beberapa yang kami ketahui seperti anak yang berusia remaja telah bekerja sambil berkuliah demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Kondisi seperti ini dapat terjadi karena faktor lingkungan di mana mereka ingin berpenghasilan sendiri dan belajar agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa depan karena mereka hanya bisa bergantung kepada mereka sendiri.
Diharapkan dengan diselenggarakannya program ini dapat menjadi pelajaran untuk kita semua bahwa kita perlu bersyukur dengan apa yang sudah kita peroleh dan dapatkan, karena tidak setiap anak diberikan kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan.
Semoga ke depannya, Ukrida tetap aktif berkontribusi dalam masyarakat seperti pengadaan pelayanan komunitas yang dilaksanakan baik itu para mahasiswa, tenaga akademik, maupun tenaga non-akademik untuk menumbuhkan rasa cinta sesama dan mendukung program – program dalam pendidikan.
Semoga program dari service learning ini mampu menginspirasi masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam membantu serta melakukan pelayanan di dalam panti asuhan sekitar, serta memprioritaskan pendidikan dan dapat membangun kualitas pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik, lebih terjangkau dan dapat diakses oleh semua kalangan. Karena sudah menjadi tujuan kita bersama dalam berkarya dan berkontribusi sebagai generasi penerus bangsa. (*)
Artikel ini ditulis oleh Levina, Mahasiswi Ukrida.











