Medan, ArmadaBerita.Com
Setelah sempat viral dituding menahan agunan nasabah yang telah meninggal, kini Bank Sumut kembali diterpa isu pelayanan buruk mengenai kesalahan transfer gaji kepada pegawai hingga terlambatnya honor panitia Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Sumut-Aceh, Rabu (9/10/2024).
Diketahui, penyelenggaraan PON Sumut-Aceh yang sudah beberapa pekan usai, menyisakan kekecewaan bagi panitia. Pasalnya, honor mereka mengalami keterlambatan dari pihak Bank Sumut.
Bukan itu saja, pelayanan buruk juga diterpa internal Bank Sumut sendiri. Dimana, para pegawai Bank Sumut diduga mendapati kesalahan fatal mengenai transfer untuk gaji bulan September tanggal 25 lalu. Itu mengakibatkan pembelokiran rekening pegawai.
Terkait kinerja pelayanan yang mengecewakan itu, Direktur Utama (Dirut) Bank Sumut, Babay Parid Wajdi memilih bungkam saat ditanyai wartawan, Rabu (9/10/2024).
Padahal, hampir semua pegawai Bank Sumut menerima uang yang tidak sesuai dengan seharusnya gaji yang mereka terima. Ada yang menerima 10 kali dari nilai gaji yang berjumlah ratusan juga rupiah, dan ada pula yang hanya menerima di bawah seribu rupiah.
Apalagi sempat membuat kehebohan di kalangan Bank Sumut terlebih saat ini pegawai sedang diresahkan dengan tidak naiknya gaji seperti tahun-tahun sebelumnya. Pemelokiran rekening milik pegawai pun terjadi akibat kesalahan di sistem Bank Sumut atau di bidang IT tersebut.
“Kondisi Bank Sumut sekarang parah. Wajar saja panitia PON itu lama menerima transfer honornya, gaji kami aja yang lalu salah kirim. saya dapat berkali lipat dari yang semestinya,” sebut seorang pegawai Bank Sumut.
Dia menjelaskan bahwa permasalahnya ada dua hal terkait salah kirim gaji itu, yakin Sebagian pegawai menerima gaji berkali-kali. Dan Sebagian tidak menerima gaji sama sekali.
“Pada hari kejadian itu kami diimbau untuk tidak melakukan transaksi apa pun. Dan Manajemen melakukan crosscheck ke bidang IT,” ucap pegawai di Kota Medan.
Pria ini pun heran, padahal Bank Sumut sudah beberapa kali mendapat penghargaan Bank dengan IT terbaik, namun pada kenyataannya kesalahan masih sering terjadi.
“Kan Bos-bos itu mengklaim dengan dapat penghargaan Best IT. Patut juga masyarakat mempertanyakan apa indikator bisa mendapat penghargaa dan OJK harusnya juga pantau itu atau jangan-jangan penghargaan itu juga berbayar atau sejenisnya?” cetusnya.
“Di mana transparansinya kalau tidak dijelaskan masalah yang terjadi. Ini kabarnya serikat pekerja juga sedang melapor ke Dinas Tenaga Kerja terkait hak-hak kami yang harusnya diberikan oleh Manajemen Bank Sumut,” keluh pegawai pria ini lagi.
Meski tak mendapatkan jawaban dari Direktur Utama Bank Sumut, namun Erwin Zeni selaku Sekretaris Perusahan di Bank Sumut yang merespon wartawan menerangkan bahwa mengenai keterlambatan pembayaran honor panpel PON bukan di Bank Sumut. Sebab, kata dia, Bank Sumut menunggu proses selesai di PB (panitia besar) PON.
“Untuk diketahui pemrosesan data dilakukan secara bertahap dan memerlukan proses verifikasi mulai dari panpel masing-masing Cabor ke PB PON lalu disampaikan ke Bank Sumut dalam bentuk rekapitulasi,” terang Erwin.
Di Bank Sumut, sambung Erwin, data tersebut diverifikasi kembali dan diklasifikasi berdasarkan tujuan transfer. “Jika tujuan rekening ada di Bank Sumut akan langsung dikreditkan hari yang sama. Namun untuk tujuan rekening ke bank lain maka ditransfer melalui SKNBI sesuai dengan jam layanan transfer,” jelasnya.
Untuk kesalahan transfer gaji kepada pegawai, Erwin berdalih jika hal tersebut terjadi karena ada pemeliharaan system yang mengakibatkan anomali pada proses interface saat penggajian.
“Permasalahan telah diselesaikan di hari saat kejadian dan semua pegawai bank sumut telah menerima gaji sebagaimana mestinya. Dapat dipastikan tidak berdampak terhadap nasabah ataupun hal lainnya,” ungkapnya. (Asn)











