OJK Perkuat Literasi Keuangan 900 Peserta di Sumut, Sasar UMKM dan Mahasiswa

OJK memperkuat edukasi keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta generasi muda melalui rangkaian bulan Inklusi Keuangan di tiga kabupaten/kota di Sumut. (Ist)
Share

Deli Serdang, ArmadaBerita.Com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Sumatera Utara (Forkom IJK Sumut) memperkuat edukasi keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta generasi muda melalui rangkaian kegiatan di tiga kabupaten di Sumatera Utara pada 14–16 Oktober 2026.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 tersebut melibatkan 900 peserta, terdiri atas 200 pelaku UMKM di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, 200 mahasiswa Institut Agama Islam Padang Lawas, serta 500 mahasiswa Institut Kesehatan Medistra di Kabupaten Deli Serdang.

Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan, serta pentingnya mengambil keputusan keuangan secara bijak dan sesuai kebutuhan.

UMKM Didorong Memanfaatkan Layanan Keuangan

Rangkaian kegiatan diawali di Aula Santun Berkata Bijak Berkarya (SBBK), Kabupaten Labuhanbatu Selatan, pada 14 Oktober 2026. Kegiatan yang diikuti 200 pelaku UMKM itu diarahkan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pemanfaatan produk dan layanan keuangan dalam mendukung pengembangan usaha dan kesejahteraan.

Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara, Yovvi Sukandar, menyampaikan bahwa OJK bersama Forkom IJK Sumut dan para pemangku kepentingan terus mendorong peningkatan kapasitas UMKM agar dapat memanfaatkan layanan keuangan secara tepat untuk mendukung pertumbuhan usaha.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Fuadi, yang mewakili pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Fuadi menekankan bahwa inklusi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan rekening tabungan, tetapi juga menyangkut kesempatan yang setara bagi masyarakat untuk memperoleh layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan bermanfaat.

Mahasiswa Didorong Cerdas Mengelola Keuangan

Edukasi selanjutnya digelar di Aula Kantor Bupati Padang Lawas pada 15 Oktober 2026 dengan melibatkan 200 mahasiswa Institut Agama Islam Padang Lawas.

Dalam kegiatan tersebut, Yovvi menekankan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda agar mereka mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, membangun budaya menabung, serta memilih produk dan layanan jasa keuangan yang legal dan sesuai kebutuhan.

Wakil Bupati Padang Lawas, Achmad Fauzan Nasution, yang membuka kegiatan tersebut, menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan kolaborasi antara OJK, industri jasa keuangan, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk mewujudkan akses keuangan yang lebih luas dan berkeadilan.

Rangkaian edukasi berlanjut di Aula Institut Kesehatan Medistra, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, pada 16 Oktober 2026 dengan melibatkan 500 mahasiswa.

Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Triyoga Laksito dan Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan.

Dalam sambutannya, Asri menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, OJK, dan industri jasa keuangan untuk mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengakses dan memanfaatkan layanan keuangan formal secara aman dan bertanggung jawab.

Selain memberikan edukasi, penyelenggara menghadirkan narasumber dari berbagai regulator, lembaga, dan pelaku industri jasa keuangan, antara lain Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Sumut, Bank Mestika, BRI, BSI, BTN, BNI, BCA, PNM, Pegadaian, BPJS Ketenagakerjaan, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI).

Kegiatan juga dilengkapi mini expo yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh informasi dan mengakses produk serta layanan keuangan secara langsung.

Dari rangkaian mini expo di ketiga kabupaten, tercatat 158 transaksi berupa pembukaan rekening tabungan, tabungan emas, dan pembiayaan dengan nilai total Rp513.290.000.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat literasi keuangan Sumatera Utara mencapai 71,57 persen, lebih tinggi dibandingkan tingkat nasional sebesar 69,57 persen. Adapun tingkat inklusi keuangan Sumatera Utara mencapai 92,01 persen, sementara tingkat nasional sebesar 93,61 persen.

OJK bersama Forkom IJK Sumut, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan akan terus memperkuat program edukasi serta perluasan akses keuangan untuk mendukung GENCARKAN dan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), sekaligus mendorong pemanfaatan layanan keuangan yang produktif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *