26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital Hadapi Era AI

Arnoldus Utomo, Regional Manager Biznet, RO 01 Medandalam Press Conference 26th Anniversary Biznet di Le Polonia Hotel, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan, Kamis (8/10/2026) sore. (Foto: Arvin)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Memasuki usia ke-26 tahun, Biznet menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat infrastruktur digital Indonesia. Pengembangan jaringan tidak lagi hanya diarahkan untuk menyediakan akses internet, tetapi juga menopang kebutuhan komputasi dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Hal itu disampaikan Regional Manager RO 01 Medan, Arnoldus Utomo, dalam Press Conference 26th Anniversary Biznet di Le Polonia Hotel, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan, Kamis (8/10/2026) sore.

Arnoldus mengatakan, perjalanan Biznet selama 26 tahun ditandai dengan pengembangan teknologi dan infrastruktur yang dilakukan secara bertahap. Biznet membangun data center pertamanya pada 2001, kemudian memperluas konektivitas hingga ke Singapura pada 2004.

Perusahaan juga mulai mengembangkan teknologi fiber to the home (FTTH) pada 2007, sebelum kemudian memperkuat konektivitas antarwilayah melalui jaringan kabel fiber optik bawah laut. “Kita akan terus melakukan pembangunan infrastruktur digital dan konektivitas,” kata Arnoldus.

Menurut dia, perkembangan infrastruktur digital harus berjalan seiring dengan perubahan perilaku masyarakat. Internet kini bukan lagi sekadar sarana komunikasi, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi, pekerjaan, hiburan hingga pemasaran.

Perubahan tersebut terlihat dari semakin berkembangnya aktivitas belanja daring, siaran langsung atau live streaming, podcast hingga munculnya profesi content creator.

Arnoldus mencontohkan aktivitas penjualan melalui live streaming. Dengan memanfaatkan internet, seorang penjual dapat menjangkau ribuan calon konsumen dalam waktu bersamaan, sesuatu yang sulit dicapai apabila masih mengandalkan metode pemasaran konvensional dari pintu ke pintu.

“Perkembangan digital itu memang mengubah cara kita bergerak dan cara kita melihat banyak hal,” ujarnya.

Perubahan tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap konektivitas berkualitas akan terus meningkat. Infrastruktur digital yang dibangun karena itu harus mampu mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.

Salah satu langkah Biznet dalam menghadapi perkembangan tersebut adalah menghadirkan Biznet AI Center di Bali, yang menjadi AI-Ready Data Center pertama milik perusahaan.

Berdasarkan bahan perusahaan, fasilitas tersebut dirancang dengan kapasitas listrik yang lebih besar untuk mendukung pengoperasian server AI. Teknologi pendingin cair atau liquid cooling juga digunakan untuk mendukung kebutuhan komputasi berkapasitas tinggi.

AI Center tersebut memiliki kapasitas power hingga 145 kW per rak dan dilengkapi laboratorium pengembangan AI. Infrastruktur ini dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan komputasi dan pengolahan data yang semakin besar seiring berkembangnya pemanfaatan AI.

Presiden Direktur Biznet Adi Kusma sebelumnya menjelaskan, kebutuhan digital masyarakat saat ini tidak lagi terbatas pada konektivitas, tetapi juga membutuhkan kapasitas komputasi yang besar untuk mendukung pengolahan data dan implementasi AI.

Bagi Arnoldus, perkembangan teknologi tersebut pada akhirnya harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Ia mengatakan Biznet tidak ingin sekadar membangun jaringan, tetapi juga ingin menghadirkan infrastruktur yang membuat masyarakat dapat menggunakan internet dengan lebih nyaman dan produktif.

Karena itu, Biznet membawa pesan “Tenang, Senang dan Menang” dalam layanan yang diberikan kepada pelanggan.

“Harapannya dengan infrastruktur digital terintegrasi dan terusnya pembangunan yang dilakukan Biznet, itu berbanding lurus dengan ketenangan pelanggan untuk bisa pakai internetnya,” harap Arnoldus.

Ia juga berharap konektivitas yang stabil dapat membantu masyarakat maupun pelaku usaha memperoleh manfaat lebih besar dari perkembangan ekonomi digital.

Internet, kata dia, pada akhirnya bukan hanya persoalan kecepatan, tetapi bagaimana konektivitas tersebut dapat membantu seseorang bekerja lebih efisien, mengembangkan usaha, memperoleh informasi, hingga menciptakan peluang baru.

Memasuki usia 26 tahun, Biznet pun menegaskan akan melanjutkan investasi pada infrastruktur digital dan konektivitas untuk mendukung kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *