Relasi Interpersonal Sehat, Fondasi Hubungan Berkualitas bagi Anak Muda Jakarta

Share

Jakarta, Armadaberita.com – Di tengah ritme kota yang padat dan cepat, banyak anak muda Jakarta merasa lelah menjalani hubungan dengan teman, pasangan, maupun keluarga. Fenomena ini terasa nyata dalam program psikoedukasi “Relasi Sehat: Teman, Pacar, dan Keluarga” yang digelar mahasiswa Psikologi UKRIDA di GKI Kepa Duri pada November–Desember 2025.

Menurut para peserta, masalah relasi sering muncul bukan karena kurang sayang, tetapi karena minim pemahaman dan keterampilan komunikasi. Pola yang berulang, seperti miskomunikasi, kontrol berlebihan yang dibungkus perhatian, hingga konflik yang hanya diselesaikan lewat sindiran atau silent treatment, seringkali membuat hubungan menjadi melelahkan.

Budaya kota yang serba cepat juga membuat ruang untuk berinteraksi dan membangun pemahaman emosional semakin sempit. Akibatnya, kepercayaan dan batasan—dua pilar relasi sehat—sering terabaikan. Dalam relasi keluarga, kontrol berlebihan dan perbandingan dengan orang lain kerap menimbulkan konflik yang tersimpan, mendorong anak muda mencari validasi di luar rumah, yang tidak selalu aman atau sehat.

Para penulis menekankan pentingnya literasi relasi: kampus, sekolah, komunitas, dan tempat ibadah bisa menjadi wadah belajar keterampilan komunikasi asertif, manajemen konflik, dan cara mengenali relasi tidak sehat. Pemerintah daerah dan layanan kesehatan juga bisa memperluas akses konseling ramah anak muda, sementara di tingkat individu, kebiasaan kecil seperti bertanya sebelum menuntut, jujur tentang kapasitas, dan menyelesaikan konflik lewat percakapan, perlu dinormalisasi.

“Problem relasi di Jakarta bukan soal generasi ‘lebay’, tetapi soal keterampilan dan ekosistem. Anak muda ingin berelasi baik, tapi sering kekurangan arahan dan ruang aman untuk belajar. Dengan literasi relasi yang tepat, kesehatan mental kolektif kota ini bisa terjaga, satu percakapan jujur pada satu waktu,” tulis Adelia Isni Riyani, Nikita Rose Claudia Siahaan, dan Yosua Onggan Putera, mahasiswa Psikologi UKRIDA. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *