Jakarta,Armadaberita.com – Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan merilis tren kejadian kebakaran dan penyelamatan di Indonesia periode 2021–2024. Data menunjukkan adanya lonjakan signifikan pada kasus kebakaran sepanjang empat tahun terakhir, sementara aktivitas penyelamatan sempat turun drastis sebelum kembali meningkat pada 2024.
Dalam paparan yang diolah per 10 Desember 2025, tercatat jumlah kejadian kebakaran naik dari 11.768 kasus pada 2021 menjadi 20.427 kasus pada 2024. Kenaikan tajam terutama terjadi pada 2022, ketika kasus melonjak menjadi 17.057. Peningkatan ini disebut berkaitan dengan padatnya permukiman, faktor pemicu seperti korsleting listrik, serta kembali normalnya aktivitas masyarakat setelah pandemi.
Sementara itu, tren penyelamatan menunjukkan pola berbeda. Pada 2021, petugas melakukan 79.559 kali penyelamatan. Namun angka ini turun drastis menjadi 16.065 pada 2022. Aktivitas penyelamatan kemudian kembali naik menjadi 24.741 kasus pada 2023 dan melonjak signifikan menjadi 56.423 pada 2024.
Mendagri Tito Karnavian menjelaskan, peningkatan penyelamatan pada 2024 mencerminkan makin aktifnya layanan penanggulangan bencana kota, termasuk penanganan hewan, evakuasi kecelakaan, hingga respon keadaan darurat lain. Selain itu, perluasan jangkauan unit pemadam kebakaran di berbagai daerah turut mendorong naiknya jumlah operasi penyelamatan.
Data ini sekaligus menjadi peringatan bahwa kerawanan kebakaran secara nasional terus meningkat dan memerlukan penguatan mitigasi, edukasi masyarakat, serta kesiapan armada pemadam dan sistem penanganan darurat di daerah. (Redaksi)











