Armadaberita.com | Medan – Tim Seminar Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dalam ajang Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Varsity Carnival ke-24 yang digelar di Thailand, tim Unimed berhasil meraih empat penghargaan sekaligus dalam kompetisi bidang seminar antaruniversitas dari tiga negara.
Keempat penghargaan tersebut masing-masing adalah 3rd Best Presentation, 2nd Best Paper, 1st Best Mixed Group, dan 2nd Best Mixed Group. Prestasi ini diraih setelah bersaing dengan delegasi dari 12 perguruan tinggi asal Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Tim seminar Unimed terdiri atas tiga mahasiswa: Ghufron Arsya Pratama Hutagalung (Prodi Teknik Sipil FT), Azkiyah Humairah Panjaitan (Prodi Pendidikan Kimia FMIPA), dan Ghaitsa Zahira (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FBS). Mereka dibimbing oleh dosen pendamping Dr. Isli Iriani Indiah Pane, M.Hum.
Dalam kompetisi tersebut, tim Unimed mempresentasikan makalah berjudul “AI-Based Holistic Learning Framework for Minors in Custody: A Multidisciplinary Approach”. Gagasan itu menyoroti penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam pendekatan pendidikan holistik bagi anak-anak di lembaga pembinaan.
Kegiatan IMT-GT yang melibatkan berbagai universitas di Indonesia, Malaysia, dan Thailand ini bertujuan mempererat kolaborasi antarnegara melalui kegiatan akademik, olahraga, budaya, dan seminar. Event ini juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan, pengembangan kreativitas, dan penguatan solidaritas antarmahasiswa dalam semangat IMT-GT.
Rektor Unimed Prof. Dr. Ir. Baharuddin, M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut. Ia menyebut prestasi internasional ini menjadi bukti nyata kualitas mahasiswa Unimed di kancah global.
“Saya sangat bangga dan bersyukur atas prestasi luar biasa ini. Tim seminar Unimed berhasil menyisihkan delegasi dari 12 universitas di tiga negara. Semoga capaian ini dapat memotivasi seluruh mahasiswa Unimed untuk terus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Prof. Baharuddin.
Sementara itu, salah satu anggota tim, Ghufron Arsya Pratama Hutagalung, berharap ajang IMT-GT dapat terus menjadi wadah kolaboratif bagi mahasiswa untuk berkarya, berinovasi, dan berprestasi lintas negara.
“IMT-GT ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga sarana untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring internasional di bidang akademik, budaya, dan olahraga,” pungkasnya. (*)











