Medan, ArmadaBerita.Com
Aksi kawanan Genk Motor alias Gemot mengganas di wilayah hukum Polsek Helvetia. Kali ini terjadi di depan Perumahan Taman Angrek, Jalan Amir Hamzah, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Hevetia, Selasa (14/7/2020) sekira pukul 01.30 WIB.
Ganasanya aksi kawanan Gemot ini menimpa dua orang remaja bernama, Farhan Maarif (17) dan M.Faroukh Nasution (16), yang merupakan warga Jalan Pembangunan, Gang Haji Ruriz, Lingkungan V, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia.
Remaja itu dihampiri segerombolan pria berkendara (Grmot) dan hendak merampas sepeda motor yang dikendarai keduanya. Bahkan keduanya luka-luka akibat dihajar para Gemot.
Mahfudzah (44), Ibu kandung Farhan saat diwawancarai ArmadaBerita.Com dikediamnya mengatakan bahwa kejadian yang menimpa putranya itu terjadi disaat Farhan Maarif bersama M. Faraoukh Nasution yang merupakan anak dari Kepala Lingkungan berboncengan sepeda motor trail Honda CRF BK 2630 AJH.
Malam itu, keduanya berangkat dari rumahnya dengan maksud hendak mengambil jacket yang tertinggal saat nongkrong di warkop Seven Us. Keduanya lantas menuju daerah Gaperta.
“Pas melintas di Jalan Amir Hamzah Medan, tepatnya di depan Pos salah satu OKP, sepeda motor yang dikendarai anak saya dan trmannya itu mogok,” terang Mahfudzah.
Tiba-tiba, dari arah belakang muncul sekitar 30 unit sepeda motor yang dikendarai para pria dan langsung menghampiri kedua korban. Melihat gelagat yang kurang baik, keduanyapun bergegas mendorong sepeda motor mereka yang mogok dengan laju.
Namun naas, tepat didepan Perumahan Taman Anggrek yang masih di sekitaran Jalan Amir Hamzah, keduanya dapat disusul para gerombolan yang diduga kawanan Genk Motor itu.
Akibatnya, para pelaku langsung memukuli kedua remaja itu dengan menggunakan balok kayu yang mengakibatkan kepala bagian atas Farhan koyak. Darah segar mengalir deras membasahi baju dan membuat ia tersungkur ke aspal.
Sementara rekanya M. Farouk Nasution yang saat itu berada dibangku boncengan juga babak belur dihajar para pelaku hingga M. Farouk Nasution mengalami sakit di bagian tengkuk leher dan kaki akibat dipukul kayu dan dilempari batu oleh para pelaku.
“Habis dipukuli, para pelaku juga sempat ingin membawa kabur sepeda motor Trail anak kami, namun karena sepeda motor tersebut mogok, para pelaku tak jadi membawanya,” aku orangtua korban.
Orangtua remaja itu menduga, penganiayaan itu dilakukan oleh kawanan Genk Motor dan Begal. Atas kejadian itu, orangtua korban pun menyadari bahwa kawasan tersebut cukup mengerikan. Ia berharap agar pihak kepolisian rajin patroli di malam hari.
“Saya minta Polsek Helvetia bisa sesering mungkin melakukan patroli agar keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap bisa dirasakan karena di Jalan Amir Hamzah itu bukan sekali ini terjadi hal serupa, bahkan udah sering,” ucap wanita berhijab ini.
Sementara orangtua, Muhammad Faroukh Nasution yang merupakan Kepala Lingkungan setempat, bernama Husein Nasution menjelaskan bahwa ia sudah berusaha datang ke Polsek Helvetia bersama orang tua Farhan untuk membuat laporan pengaduan.
Namun dikarenakan korban (Farhan) belum bisa datang untuk membuat laporan, maka mereka disarankan oleh pihak Kepolisian yang ada di SPKT Polsek Helvetia untuk datang kembali untuk membawa akte kelahiran dan kartu keluarga.
“Anak kami masih sakit, makanya kami disuruh balik lagi ke Polsek untuk membuat laporan pengaduan dengan membawa kartu keluarga dan akte kelahiran anak kami. Hingga kini kami belum kesana karena ayah si Farhan ada kerjaan yang tak bisa ditinggalkan,” timpal Husein Nasution.
Husein juga meminta agar pihak kepolisian sektor Helvetia lebih banyak melakukan patroli.
“Kami inikan kepala lingkungan merupakan mitra dari kepolisian, maka dari itu saya minta pada Polsek Helvetia untuk meningkatkan intensitas Patroli terutama di malam hari, khususnya di Jalan Amir Hamzah, karena dinilai rawan. Untung saja saat para pelaku mengayunkan balok kearahnya, si Farouk sempat ngelak hingga kena tengkuknya, kalau tidak mungkin udah pecah kepalanya juga,” harapnya.
Kapolsek Helvetia, Kompol Perdamean Hutahean saat dikonfirmasi akan hal ini, Kamis (16/7/2020), mengaku sudah mengetahuinya. Namun ia menyebutkan bahwa para pelaku adalah Genk Motor dan bukan Begal.
“Kami udah datang ke lokasi dan ke rumah korban, dan itu bukan dilakukan begal, tapi sekelompok anak muda mungkin Genk motor. Sementara ini, korbanya belum membuat laporan resmi di Polsek Helvetia,” aku Kapolsek Helvetia. (Yanto)











