Armadaberita.com | Deliserdang – Drama besar kembali terjadi di Kutalimbaru. Jumat sore (15/8/2025), dentuman alat berat memecah suasana saat tembok dan bangunan Cafe Duku Indah (CDI) satu per satu diruntuhkan. Di sisi lain, sekelompok massa bersama pengacara pemilik kafe mencoba menghalangi, namun sia-sia di hadapan barisan aparat bersenjata lengkap.
Inilah wajah benturan klasik antara bisnis hiburan malam yang sudah lama dianggap “tak tersentuh” dengan negara yang kini dipimpin oleh Bobby Nasution. Setelah Marcolopo dan Blue Star, CDI menjadi korban berikutnya.
Bukan tanpa alasan. Polisi sebelumnya menggerebek CDI dan menemukan ratusan butir ekstasi, happy five, serta belasan karyawan dan pengunjung positif narkoba. Fakta itu langsung menjadi dasar pencabutan izin sekaligus eksekusi pembongkaran.
“Kemarin Marcopolo dan Blue Star, hari ini CDI. Semua ada dasarnya. Kita tidak boleh bertindak tanpa bukti,” ujar Bobby di sela aktivitasnya di Medan.
Namun bagi sebagian pihak, CDI adalah sumber nafkah. Itulah yang membuat penolakan muncul di lapangan. Akan tetapi, suara keberatan itu kalah oleh desakan “kepentingan yang lebih besar”: membersihkan Sumut dari sarang narkoba.
Eksekusi berlangsung hingga malam. Tembok, mess karyawan, hingga ruang karaoke rata dengan tanah. Bupati Deliserdang, Forkopimda, dan pejabat Pemprov Sumut menyaksikan langsung jalannya eksekusi.
Di balik runtuhnya bangunan CDI, ada pesan keras dari pemerintah: tidak ada lagi ruang bagi hiburan malam yang bermain api dengan narkoba. Satu per satu yang dianggap “bermasalah” akan digilas.











