GMNI Sumut Desak Pemerintah Tutup PT TPL: “Cukup Sudah Kerusakan di Tanah Batak!”

Share

Armadaberita.com | MEDAN – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatera Utara menyuarakan dukungan penuh terhadap seruan Ephorus HKBP, Pendeta Victor Tinambunan, yang meminta agar PT Toba Pulp Lestari (TPL) ditutup. Alasannya jelas: perusahaan ini dinilai telah merusak lingkungan, merampas hak masyarakat adat, dan menimbulkan konflik sosial di kawasan Tanah Batak.

Ketua DPD GMNI Sumut, Armando Kurniansyah Sitompul, menyebut aktivitas PT TPL telah menghancurkan ribuan hektare hutan adat yang menjadi sumber kehidupan warga. “Dari banjir bandang, tanah longsor, hingga air yang tak lagi layak konsumsi, semuanya berawal dari rusaknya hutan kita,” ujar Armando.

Tak Hanya Lingkungan, Hak Masyarakat Adat Pun Tergerus

GMNI Sumut juga menyoroti banyaknya konflik antara PT TPL dan masyarakat adat. Di wilayah seperti Parmaksian, Kabupaten Toba, warga yang mempertahankan tanah ulayat justru menghadapi intimidasi dan kriminalisasi. “Warga diancam dan dilaporkan ke polisi hanya karena mempertahankan tanah warisan leluhur mereka. Ini jelas pelanggaran HAM,” tegas Armando.

Penebangan hutan di sekitar Danau Toba juga disebut mengancam kelestarian danau kebanggaan Sumatera Utara itu. “Danau Toba bukan cuma destinasi wisata. Ia adalah sumber air, sumber pangan, dan sumber penghidupan. Jika hutan di sekitarnya habis, ekosistemnya ikut rusak,” tambahnya.

GMNI Sumut mendesak pemerintah bertindak cepat dan tegas. Mereka mengajukan empat tuntutan utama yaitu menutup PT TPL secara permanen, memulihkan hutan dan lingkungan yang sudah rusak, melindungi hak masyarakat adat atas tanah ulayat dan menindak PT TPL atas pelanggaran hukum dan HAM.

“Seruan Ephorus HKBP bukan sekadar suara gereja, tapi panggilan moral bagi kita semua. Pemerintah tidak boleh tinggal diam,” kata Armando menutup pernyataannya.

GMNI Sumut menegaskan, perjuangan ini bukan hanya untuk masyarakat adat, tapi untuk masa depan lingkungan hidup yang lebih baik di Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *