ArmadaBerita.Com – Lima mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) melakukan inovasi terhadap minyak goreng sisa atau di kenal dengan nama minyak jelantah. Mereka menyulap minyak jelantah menjadi Lilin Aromaterapi.
Mereka adalah Ni Kadek Karina, Nur Dita Maharani, Haykal Sulthan Hakeem, Rachel Arielle Sibarani dari Program Studi Ekonomi, serta Ni Putu Mirah Marcelinda A.P. dari Program Studi Hubungan Internasional.
Lewat produk bertajuk Damarwoelan Sustainable Aromatherapy Candle, mereka mengubah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bernilai ekonomi tinggi sekaligus ramah lingkungan.
“Awalnya kami prihatin, banyak rumah tangga yang tidak tahu harus ke mana membuang minyak bekas. Daripada terbuang sia-sia, kami membelinya dengan harga Rp2.000–Rp5.000 per liter. Dari satu liter saja, kami bisa menghasilkan 20 sampai 30 lilin ukuran 50 gram,” tutur Mirah, salah satu anggota tim, baru-baru ini.
Proses pembuatan lilin ini pun tidak sembarangan. Minyak jelantah difiltrasi menggunakan tanah lempung selama tiga hari agar lebih bersih, kemudian dicampur dengan parafin dan aroma alami seperti lavender, mint, kopi, atau lemon. Menariknya, cetakan lilin menggunakan bambu untuk menegaskan konsep ramah lingkungan.
Hasil akhirnya adalah lilin aromaterapi yang tak hanya wangi, tapi juga memiliki manfaat seperti membantu relaksasi, meningkatkan kualitas tidur, hingga mengusir nyamuk. Produk ini dijual dengan harga terjangkau, mulai dari Rp30.000 hingga Rp40.000 per buah, tergantung jenis dan ukuran.
Tak berhenti di situ, tim Damarwoelan kini tengah mengembangkan produk lebih lanjut untuk menyesuaikan preferensi konsumen. Mereka juga membuka peluang kerja sama dengan hotel dan vila untuk memperluas jangkauan pasar.
Produk ini lahir dari program Inkubasi Bisnis Pemula Universitas Pertamina, sebuah wadah yang membekali mahasiswa dengan pelatihan, pendampingan, dan akses sumber daya, agar ide-ide kreatif mereka bisa diwujudkan menjadi produk nyata yang berdampak positif bagi masyarakat.
“Harapan kami, lilin ini bisa jadi pilihan baru untuk masyarakat yang peduli lingkungan. Siapa sangka, dari minyak bekas yang biasanya dibuang, bisa tercipta sesuatu yang bermanfaat dan bermakna,” pungkas Mirah.
Rektor Universitas Pertamina Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir M.S, IPU, menyampaikan, selain unggul sebagai kampus energi, UPER berkomitmen untuk mencetak wirausahawan muda yang menghasilkan inovasi berkelanjutan.
“Dengan fokus pada produk dan layanan yang ramah lingkungan, diharapkan karya yang dihasilkan tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memperhatikan kebutuhan sosial. Komitmen ini sejalan dengan visi universitas dalam melahirkan wirausahawan muda yang tangguh dan berdaya saing tinggi,” tutup Prof. Wawan.











