Medan, Armadaberita.com – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dalam ajang Kompetisi Esai Nasional Youth, Ambition, and Collaboration yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Kompetisi bergengsi ini berlangsung pada tanggal 8 November 2024, dengan menghadirkan tema besar mengenai inovasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kompetisi ini dilaksanakan di kampus Universitas Negeri Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Mahasiswa berprestasi yang berhasil meraih juara ketiga adalah Salman Al Farici, mahasiswa jurusan Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU. Ia mengusung topik “Peran Pendidikan Informal dalam Membangun Kesadaran Gender Equality and Social Inclusion (GESI)” dengan fokus pada implementasi skema Cultural Education Model (CEM).
Esai tersebut mengusulkan model inovatif bernama CEM, yaitu pendekatan pembelajaran berbasis folklor dalam pendidikan informal yang dirancang untuk membangun kesadaran Gender Equality and Social Inclusion (GESI) di kalangan masyarakat adat.
Model ini mengintegrasikan elemen budaya lokal, seperti cerita rakyat, seni, dan ritual tradisional, ke dalam proses pembelajaran untuk menciptakan transformasi sosial yang lebih inklusif dan berkeadilan gender.
Tujuan utama dari model CEM adalah menjembatani kesenjangan sosial dan gender melalui pendidikan berbasis komunitas. “Saya ingin menunjukkan bahwa budaya lokal yang selama ini dipandang sebelah mata dapat menjadi sarana efektif untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya kesetaraan gender dan inklusi sosial,” ujar Salman.
Perjalanan menuju prestasi ini bukan tanpa tantangan. Dalam proses penulisan esai, Salman melakukan riset mendalam terhadap masyarakat adat melalui studi pustaka dan kunjungan ke balai kebudayaan kota Medan untuk mendalami topik tersebut.
Ia juga mengintegrasikan konsep-konsep antropologi, pendidikan informal, dan teori inklusi sosial untuk menciptakan model yang aplikatif. Esai tersebut berhasil memikat perhatian juri karena pendekatannya yang unik dan berpotensi memberikan dampak nyata bagi komunitas lokal.
Keberhasilan ini memotivasi Salman untuk terus berinovasi di bidang pendidikan informal dan inklusi sosial. Ia berharap model CEM dapat diimplementasikan lebih luas di berbagai komunitas adat di Indonesia, sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Universitas Sumatera Utara, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam isu-isu sosial melalui inovasi pendidikan. (Dewa)











