NEWS  

Hanya 2 Sumur Berfungsi, Krisis Air Bersih Menghantui BUMDes Halaban

Sumber penyaluran air di BUMDes Halaban, Kecamatan Besitang, Langkat. (Ist)
Share

Langkat, ArmadaBerita.Com

Pelayanan air bersih di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Halaban kembali mengalami tantangan serius. Manajer unit air bersih BUMDes menyatakan bahwa dari empat sumur yang dimiliki, hanya dua yang saat ini mampu menyediakan air bersih. Dua sumur lainnya airnya tidak memadai.

Ketua Unit Air Bersih, Zainuddin, Kamis (47/2024) mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi ini yang membatasi kapasitas mereka dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga. “Kami sedang berupaya keras untuk memperbaiki sumur-sumur yang bermasalah dan kendala utama adalah masalah biaya,” ujarnya.

Sementara itu, surat tugas diberikan oleh manager ngadmini kepada Eko wardawi  putra menegaskan komitmennya untuk menemukan solusi yang tepat guna mengatasi permasalahan ini. “Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pelanggan kami dan berjanji untuk segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” tambahnya.

Masyarakat Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Langkat, menantikan respons cepat dari pihak terkait untuk menangani krisis air bersih ini demi kesejahteraan bersama.

Manage BUMDes mengatakan di lokasi lain, proyek pengembangan infrastruktur air bersih di sana, termasuk bantuan dari APBD Provinsi dan yayasan memberikan wawasan tambahan terkait manajemen air bersih dan pemeliharaan infrastruktur yang relevan untuk kondisi seperti yang dihadapi BUMDes Halaban saat ini.

Pada tahun 2019, proyek pembangunan sumur bor di BUMDes Ngadimin dimulai dengan bantuan dari APBD Provinsi. Proyek ini melibatkan pembangunan pipa distribusi sepanjang 2000 meter dan bak penampung air bersih berukuran 4×5 meter. Pada tahun 2020, proyek PAM tersebut berhasil diselesaikan dan diserahkan kepada pemerintah desa.

“BUMDes kemudian mengelola PAM hingga tahun 2022, menerima tambahan bantuan dari Yayasan BRI berupa pipa distribusi sepanjang 4000 meter, tiga unit poli teng, dan tambahan bak penampung air bersih berukuran 4×4 meter di Dusun 4 Bukit,” ungkapnya.

Pada tahun 2023, Desa Halaban mendapat dukungan dari Yayasan Baitul Mal BRI, yang meliputi pipa distribusi sepanjang 5000 meter dan satu unit bak penampungan air bersih berukuran 3×3 meter di Dusun 2 Halaban Jati. Dengan adanya bantuan tersebut pendistribusian Air bersih bisa maksimal kepada warga di Desa Halaban.

Harapan manager kedepannya ada instalasi pemerintah Provinsi, Kabupaten, Kecamatan dan Desa bisa memberikan bantuan ke BumDes Desa Halaban. (Jali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *