Medan, ArmadaBerita.Com
Dua remaja pria mengaku hanya bisa pasrah dan terpaksa merelakan sepeda motornya dirampas kawanan begal yang berhasil menghentikan laju kendaraan mereka di Jalan RS Haji Medan, Kecamatan Medan Tembung, pada Jum’at (10/5/2024) malam, sekira pukul 10.00 WIB.
Alhasil, korban yang bernama, M. Jefri Al Bukhori (17) bersama rekannya itu terpaksa mendatangi Mapolsek Percut Sei Tuan yang kini berganti nama Polsek Medan Tembung, Sabtu (11/5/2024) siang.
Saat ditemui wartawan di kantor polisi, korban M. Jefri Al Bukhori ditemani ayahnya, Junaidi (45) dan pamannya melaporkan prihal perampokan yang mengancam keselamatan dua remaja itu.
“Malam itu kami berdua boncengan naik kreta (sepeda motor) dari rumah teman di kawasan Laud Dendang. Pas melintas di Jalan RS Haji, tepatnya di depan Kampus Perkebunan (LPP), kreta kami dipepet 6 orang mengendarai 2 kreta. Mereka berboncengan 3,” kata Jefri.
Belum lagi bertanya apa maunya, para pelaku langsung berupaya merampas motor korban. “Saya sudah mau ambil batu di dekat kami, tapi dua orang pelaku yang menghampiri kami langsung mengeluarkan Klewang dan Pisau. Lalu leher saya ditempelkannya Kelewang biar jangan melawan. Kami ketakutan dan pasrah saat mereka mengambil kreta kami,” ungkap Jefri yang tertunduk lesu mengenang kejadian itu.
Setelah para pelaku menguasai motor korban, mereka pun tancap gas menghilang dari kegelapan malam. Korban mengaku tak mampu berteriak karena terancam. “Apalagi kawasan itu malam kejadian sangat sepi dan pelakunya sudah cepat kabur,” bilangnya.

Atas kejadian itu, korban pun kehilangan sepeda motor Honda Beat BK 3093 PBL Putih Hitam. “Padahal sudah 25 bulan dibayarkan dan tinggal beberapa bulan lagi angsurannya,” keluh Junaidi orang tua Jefri.
Junaidi pun mengaku sudah sering menasehati anaknya agar tidak keluyuran larut malam dan berkelakuan yang meresahkan. “Sudah sering saya bilang, jangan keluar makan-makan sekali. Apalagi main ke kawasan Laud Dendang, tapi dia ini payah kali dibilangi,” cetus Junaidi sembari menasehati anak pertamanya itu.
Juni berharap sekiranya polisi dapat menumpas pelaku-pelaku kejahatan khusunya pelaku begal yang cukup meresahkan masyarakat. “Kita tadi baru ngurus surat dari Leasing dan berharap ada asuransinya setelah dilaporkan,” pungkas Junaidi yang sudah menunggu sekitar setengah jam untuk menemui polisi Piket Reskrim agar menangani kasusnya itu. (ASN)










