NEWS  

Pengurusan KTP Biar Cepat di Kecamatan Batang Kuis Dipatok Rp 100 Ribu??

Share

Batang Kuis, ArmadaBerita.Com

Beredar kabar, pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, dipatok pembayaran sebesar Rp 100 ribu, biar KTP cepat selesai/diperoleh pemohon.

Ternyata pungutan liar itu sengaja dibuat oknum petugas tak bertanggungjawab. Seperti video yang beredar adanya salah satu oknum petugas Kecamatan Batang Kuis yang mematok harga Rp 100 per/KTP. Namun sang petugas wanita yang disebut-sebut berinisial W tersebut mengakui jika pengurusan tanpa biaya akan siap lama berkisar 1 sampai 2 bulanan.

Pengakuan sang oknum pegawai wanita itu sempat viral setelah aksi percakapan itu di rekam oleh salah seorang warga hingga menyebar kemana-mana dan media sosial, Selasa (9/6/2020).

Dalam video berdurasi 2 menit lebih tersebut, terlihat dan terdengar jelas percakapan antara seorang petugas wanita Kecamatan Batang Kuis dan warga yang ingi membuat KTP.

Awalnya seorang warga menanyakan KTP nya apakah sudah siap apa belum. Lalu seorang pegawai wanita kembali bertanya sudah foto atau belum.

“Oh, sudah lama pun bu (fotonya),” jawab warga.

“Mau yang cepat atau yang antre?” kata petugas itu.

“Kalau yang cepat, berapa bu?” jawab warga, pemohon KTP

“Seratus. Siapnya bisa seminggu,” katanya dengan tenang.

“Kalau yang antri?” tanya warga lagi.

“Ya inilah ini (sambil menyusun dan melihat-lihat) puluhan lebih KTP milik warga yang belum dibagikan),” timpalnya.

Selanjutnya, warga tersebut kembali menanyakan berapa lama siap pembuatan KTP jika tak mengikuti jalur khusu yakni melakukan pembayaran Rp 100 ribu.

“Ya ini lah ne kayak gini. Tapi kan kalau khusus bisa cepat,” ucapnya.

Karena dianggap terlalu mahal, warga tersebut mengatakan akan mengurus dengan jalur antre. Namun, lagi-lagi perempuan itu itu seolah-olah menyarankan agar warga tadi membuatnya dengan jalur khusus.

“Siapa tau kan mau cepat. Nanti abang bolak-balik kemari nanyain, kapan siap?,” sahut pegawai itu.

“Ya perlu, cuman kekmana mau dibilang lagi, ya kan,” kata warga lagi.

Percakapan keduanya pun sempat terhenti setelah salah seorang warga lainnya datang menanyakan KTPnya. Sayangnya sang oknum petugas di Kecamatan itu bilang kalau KTP sesuai namanya belum lagi siap.

Seorang warga lain menunggu apakah KTP nya sudah siap. Namun, setelah dicari, KTP sesuai nama warga tersebut belum ada. Warga tersebut mengatakan sudah sebulan lebih mengurusnya.

“Gak ada ya buk, udah sebulan lebih. Dimana cara ngambilnya kesana (Pakam)?” kata warga.

“Di Pakam. Nanti petugas kita disini yang jemput di Pakam. Iya gak bisa sembarangan orang,” sebutnya kepada warga itu.

Akibat viralnya video tersebut, banyak mendapat respon negatif para netizen. Bahkan tak sedikit yang mencemooh. “Kalau ini tidak ditindak berarti memang sah/resmi,” tulis akun facebook atas nama Frenky M Purba.

“dah maklum klau yg kayak gitu udah jdi darah daging d indonesia,klau d pikir2 itu kan hak seseorang,klau dia mau klau enggak ya enggak,ngapain kita ribet,ini yg jelas makan uang rakyat enggak brani kta buly..sudah jelas tpi kita rakyat miskin minim ilmu,nasib2 orang miskin yg terus d bodoh2 hi penguasa pejabat…pemerintahan abal2..,” kata warga net lainnya dengan akun bernama, Indra.

Sayang, Camat Batang Kuis, A Wibowo saat dikonfirmasi tak mau berkomentar mengenai patokan harga dan ulah diduga pegawainya yang sempat viral tersebut. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *