Jakarta, ArmadaBerita.Com
Mantan Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Hifni Hasan SH MH mendukung keputusan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan yang tidak menghalangi niat Ratu Tisha mundur dari jabatan Sekjen PSSI.
“Jangan lupa pak, Mochmad Iriawan itu adalah seorang jenderal yang sudah kenyang dengan asam garam kehidupan. Dan, saya yakin beliau sudah punya strategi untuk mendapatkan Sekjen PSSI yang punya kemampuan dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” kata Hifni Hasan yang dihubungi melalui telepon selular di Jakarta, Selasa (14/4/2020).
Mundurnya Ratu Tisha memang cukup mengejutkan pencinta sepakbola. Tetapi, kata Hifni, PSSI harus bisa menjawab tantangan ke depan dengan menghadirkan pengganti Ratu Tisha dengan kemampuan yang lebih baik.
“Di era pak Edy Rahmayadi itu bukan hanya Ratu Tisha yang mengikuti fit and proper test tetapi ada figur lain seperti Alief Syahfiar (mantan wartawan Antv), Muhammad Zein (mantan pengurus PSSI) dan saya sendiri juga ikut. Hanya saja, waktu itu Ratu Tisha yang dipilih karena sudah diplot Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. Soal kemampuan peserta lain tidak kalah,” ungkapnya.
Dalam perjalanan karirnya, kata Hifni, Ratu Tisha dalam menjalankan tugas dan fungsinya lebih banyak ke bisnis semata mata,” jelas Hifni yang menjadi salah satu motor penggerak suksesnya Rita Subowo memimpin KOI.
Ke depan, kata Hifni, PSSI harus memilih figur yang punya pengalaman di organisasi cabor dan memahami Statuta FIFA dan PSSI.
“Sekjen itu adalah pekerja profesional yang dibayar untuk menjalankan setiap keputusan yang diambil Exco. Dan, Sekjen lah yang membantu Ketua Umum PSSI untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan Exco,” kata Hifni sembari menyebut Sekjen juga harus punya kemampuan komunikasi dengan baik dengan stake holder sepakbola (AFF, AFC, dan FIFA) serta pemerintah. (Am)











