ArmadaBerita.Com, MEDAN – Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Medan Musaddad Nasution meninggal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Rabu (25/3) sore.
Almarhum sebelumnya mengeluh sakit dengan ciri-ciri diduga mengarah ke paparan Virus Corna, demam, batuk dan sesak nafas. Musaddad Nasution, dikabarkan sebelumnya, mendapat perawatan di Rumah Sakit Adam Malik, sejak Senin (23/3).
Kabag Humas Pemko Medan, Arrahman Pane mengaku tidak mengetahui persis penyakit apa yang dialami. Namun dikatakannya, Musaddad sempat diopname di RSU Adam Malik Medan, karena ada gejala batuk.
Arrahman hanya membenarkan informasi terkait meninggalnya Musaddad. “Meninggalnya ia. Tapi nggak ada yang berhak menyatakan almarhum meninggal positif corona selain gugus tugas. Kan hasilnya belum ada dan protokolnya seperti itu,” ungkapnya.
Menurut informasi yang berkembang di grup Whatsapp sejumlah wartawan, almarhum, Senin (23/3) lalu, dirujuk ke RSUP H Adam Malik dan berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Tak disangka, Rabu (25/3) sore menghembuskan nafas terakhirnya.
Jenazah Musaddad langsung dimakamkan di pemakaman umum Mandailing, Jalan Brigjen Katamso, Medan, Sumut pada Rabu (25/3/2020) malam itu juga. Sejumlah polisi tampak mengawal proses pemakaman tersebut.
Namun, sempat beredar informasi dan video di grup Whatsapp dan Youtube, setibanya jenazah pejabat di pekuburan, kehebohan terjadi. Jenazah yang dibawa sekitar enam petugas berpakaian seperti ‘astronot’, baju pelindung khusus petugas kesehatan, memancing penasaran warga. Sempat terjadi penolakan sesaat dari warga, namun setelah diberi pengertian akhirnya jenazah pejabat Pemko Medan tersebut dikuburkan sekira pukul 23:18 WIB
Tidak ada keluarga atau yang lainnya berada di areal pekuburan. Pihak keluarga pun hanya melihat dari seberang Jl. Brigjen Katamso. Sementara sejumlah aparat kepolisian berjaga-jaga di luar areal.
Sementara itu, Kassubag Humas RSUP Haji Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak kepada wartawan, membenarkan adanya salah seorang PDP mereka yang meninggal dunia. Akan tetapi Rosa tidak memberikan keterangan rinci terkait PDP tersebut apakah benar merupakan seorang pejabat Pemko Medan.
“Benar, ada seorang PDP kita yang meninggal dunia hari ini,” ungkapnya kepada wartawan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari RSUP Haji Adam Malik, PDP itu masuk ke RS milik Kemenkes ini karena memiliki gejala terpapar virus corona (Covid-19) pada, Selasa (24/3/2020).
Namun, setelah mendapatkan perawatan di ruang isolasi selama satu malam, PDP itu kemudian meninggal dunia. (wol/mbc/red)











