ArmadaBerita.Com, MADINA – Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Erwinsyah Rangkuti SH, meminta pemerintah pusat, provinsi dan daerah untuk mengkaji ulang analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) PT Sorikmas Mining (PT SMM).
Erwinsyah Rangkuti SH mendesak pemerintah pusat dan Gubernur Sumut, dalam menerbitkan izin Amdal PT SMM agar mengkaji ulang dampak buruk yang akan ditimbulkan di masa yang akan datang.
“Jangan hanya enaknya dikaji. Dampaknya juga harus dikaji. Intinya, jangan sampai menjadi bom waktu bagi masyarakat d isekitar Tambang,” tandas Erwinsyah.
“Saya hanya berharap semua orang yang diajak membicarakan Amdal PT SMM, agar berbuat dan berkata jujur. Jangan mau dibeli oleh perusahaan. Karena saat ini semua gampang,” kata Erwinsyah Rangkuti kepada Armadaberita.com, Minggu (15/03/2020).
Erwinsyah Rangkuti mengingatkan oknum-oknum jangan terbuai dengan janji-janji bakal dilindungi jika ada masalah. Karena faktanya di belakang hari, sudah banyak oknum terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di beberapa kementerian dan pemerintah daerah.
“Mari kita jadikan pelajaran. Khususnya kepada para kepala desa yang diundang ke Kementerian Lingkungan Hidup, terkait Amdal PT SMM, yang kabarnya dalam waktu dekat ini sudah beroperasi kembali,” beber Erwinsyah.
Lebih lanjut, Erwinsyah juga menyinggung peran kades setemat. “Jangan hanya Kades yang mengizinkan. Harusnya para kades tanya dulu warganya.”
“Saya berani jamin pasti akan ada masalah jika izin Amdal dikeluarkan pemerintah pusat. Nah, sebenarnya gagasan siapa membawa kades ke Jakarta? Kita meminta DPRD segera memanggil Kades dan Camat ke DPRD untuk klarifikasi,” tutupnya. (Liansah)











