NEWS  

Warga Ketakutan, Ada Puluhan Pelajar Berkendara Motor Tawuran di Jalan Gaperta Medan

Aksi puluhan pelajar yang terlibat tawuran di Jalan Gaperta Ujung sempat membuat kemacetan dan membuat warga resah. (BES)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Warga Jalan Gaperta Ujung Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Medan Helvetia dikejutkan dengan suara teriakan dan deru kenal pot sepeda motor yang dikendarai puluhan pelajar mengenakan pakaian putih abu-abu melintas dengan cara gerombolan.

Entah dari mana pemicu awalnya, tiba-tiba saja beberapa orang dari kelompok pelajar itu saling pukul. Bahkan berbuntut saling lempar. Aksi itu di tengah jalan hingga membuat arus lalu lintas jadi macet.

Akibatnya, salah seorang pelajar menjadi korban dan mengalami luka memar pada wajah sebelah kiri, lecet pada kaki.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut terkejut dan berusaha meleraikan kedua belah pihak agar tidak terjadi perkelahian yang lebih meluas lagi. Sebagaiman warga lagi yang kebanyakan perempuan, lansia dan anak-anak memilih kabur atau masuk ke dalam rumah karena ketakutan.

Berkat kesigapan warga, para pelajar yang membuat onar karena terlibat tawuran itu berhasil diusir. Mereka kabur ke arah Jalan Kelambir Lima. Setelah mampu diredam, warga yangs empat sembunyi, berangsur-angsur memberanikan diri ke luar.

Sementara pelajar yang terluka, diamankan ke teras ruko warga untuk menghindari kembalinya kelompok lain yang belum merasa puas.

Seorang pelajar yang terlibat tawuran dan menjadi korban, sempat diamankan ke teras ruko milik warga. (BES)

Dari penelusuran wartawan di lokasi kejadian diketahui pelajar yang jadi korban bernama Bintang (15) dari SMA Perguruan Ar Rahman di Jalan Gaperta Ujung dan mengaku penduduk tanah garapan Tanjung Gusta.

Kepada wartawan, dirinya sempat mengutarakan bahwa ia tidak mengetahui sebabnya terjadi perkelahian hingga mengikutkan teman-temannya. Akan tetapi, ia mengatakan kalau semalam juga mereka tawuran ditenggarai saling rebut pacar. “Semalam pun kami sudah ribut bang, di sini juga, aku tanyakan sama kawan itu kenapa dia ganggu cewek aku, itulah terus kami berkelahi, dia dibantu kawannya, aku juga dibantu kawan ku,” jelasnya polos.

Pelajar yang sempat dianiaya ini lalu diboyong ke Polsek Medan Helvetia oleh dua petugas berpakaian kaos biasa.

Disayangkan, Kapolsek Medan Helvetia Kompol Heri Edino Sihombing memilih bungkam ketika di konfirmasi wartawan baik melalui telfon dan Whatsapp. Begitupun dengan Kanit Reskrimnya Iptu Sofie. Meski dihubungi berulangkali keduanya belum bisa menerangkan prihal tawuran yang marak di kawasan hukumnya tersebut dan membuat keresahan warga. (BES)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *