NEWS  

Resah Ada Judi Dadu Kopyok di Kedai Kopi, Ibu-ibu Rencanakan Aksi

Share

Pancur Batu, ArmadaBerita.Com

Para ibu-ibu di Kecamatan Pancur Batu mulai resah suami dan anaknya terpengaruh karena maraknya aktifitas perjudian. Pasalnya, belakangan ini ramai pria berkumpul di kedai kopi di Desa Baru, Dusun 4, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang yang diduga tengah bermain judi Dadu Kopyok.

Keresahan salah satunya dilontarkan Ivana br Ginting (43). Ia mengaku sudah beberapa minggu ini khawatir lantaran ramainya orang berkumpul di kedai kopi milik seorang berinisial SG tersebut.

“Kami para ibu-ibu di sini resah bang, mengingat suami kami takut terjerumus ke dalam kegiatan tersebut,” ucap Ivana.

Menurut informasi, Jum’at (21/7/2023) kegiatan judi dadu Kopyok ini telah berlangsung selama satu bulan, namun hingga kini belum ada tindakan tegas dari pihak kepolisian, khususnya Polsek Pancur Batu, dengan lokasi kedai kopi tersebut.

“Makanya bang kami heran, kenapa dengan Polsek Pancur Batu? Kami berharap Kapolrestabes Medan turun untuk mengerebek kegiatan judi itu,” tambah Ivana dengan harapannya.

Ivana juga mengungkapkan rasa kecewa terhadap Kapolsek Pancur Batu, Kompol Noorman Haryanto Hasudungan, yang seolah-olah tidak mengetahui atau membiarkan kegiatan judi ini terus berlangsung.

Sebab, ia mengaku tak yakin dan tak percaya kalau polisi tidak mengetahui adanya kedai kopi yang sekaligus dijadikn lokasi judi Dadu.

Dugaan masyarakat setempat adalah bahwa Polsek sudah mendapatkan “upeti, sehingga kegiatan judi dibiarkan tanpa memperhatikan keluhan masyarakat. “Saya aja tau dan anak-anak lajang disini juga tau karena mereka melihat orang yang bermain taruhan,” beber Ivana diamini ibu-ibu lainnya.

Kapolsek Pancur Batu, AKP Norman Sihite ketika dikonfirmasi terkait adanya kegiatan judi Dadu Kopyok yang dikeluhkan ibu-ibu disana, belum membalas pesan yang Dilayangkan wartawan.

Kehadiran kegiatan judi Dadu Kopyok yang diketahui berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat tersebut terus menuai cibiran. Bahkan jika aparat tidak menindak perjudian itu, warga mengaku akan mengumpulkan masaa untuk menggeruduk lapak judi tersebut.

Pun begitu, masyarakat berharap agar polisi lebih dahulu meninjau lokasi agar harapan masyarakat kepada polisi selaku pengayom dan pelindung masyarakat tidak pudar.

“Kami masih menunggu aksi dari pihak kepolisian, supaya bisa menindak dan menutup lapak judi itu. Kami juga sudah membicarakan akan melakukan aksi jika keluhan tidak ditindaklanjuti,” cetus br Ginting. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *