Ayo Terapkan Senam Mata

Share

 

Jakarta, ArmadaBeritaCom – Punya mata yang sehat patut kita syukuri. Proses retina mata menangkap pantulan objek merupakan proses yang unik sekaligus kompleks.

Pada awalnya kita bisa melihat dengan jelas karena ada sinar atau cahaya yang masuk ke dalam mata kita. Selain adanya cahaya faktor lain yang diperlukan sehingga kita bisa melihat dengan jelas tentunya diperlukan media refraksi dalam hal ini adalah kornea, lensa mata, retina dan bagian lainnya yang harus dalam keadaan sehat.

Berkaitan dengan proses penglihatan, ada beberapa kondisi yang menyebabkan penglihatan menjadi tidak berproses secara maksimal. Hal ini biasanya terjadi karena proses refraksi yang tidak normal sehingga menyebabkan kegagalan jatuhnya titik fokus tidak tepat pada retina.

Faktor yang menyebabkan terjadinya hal tersebut karena keturunan, anatomi media refraksi mata dan juga dapat disebabkan karena gaya hidup sehari-hari.

Media refraksi yang tidak normal merupakan faktor penyebab paling banyak yang menyebabkan penglihatan menjadi tidak normal. Kondisi ini disebut dengan myopia (rabun jauh), hyperopia (rabun dekat), astigmatisme (mata cylinder) dan juga presbyopia (gangguan penglihatan dekat karena faktor usia yang menyebabkan lensa mata menjadi tidak elastis dan otot mata menjadi menurun kinerjanya).

Sejak pandemi melanda dunia, terjadi perubahan hampir pada semua aspek kegiatan, dimana pada situasi tersebut sangat disarankan untuk banyak melakukan kegiatan di dalam rumah. Dengan kondisi ini, intensitas penglihatan dengan menggunakan jarak dekat lebih sering digunakan.

Faktor ini disinyalir mempunyai andil yang dapat menyebabkan adanya peningkatan pada derajat kelainan refraksi mata seseorang, demikian menurut Wang,et al.2021.

Masih berkaitan juga dengan situasi pandemi dimana hampir banyak aktivitas menggunakan perangkat digital juga menyebabkan terjadinya dampak yang akan dirasakan oleh mata kita seperti rasa kering, sakit kepala dan penurunan tajam penglihatan.

Salah satu upaya yang dapat kita lakukan untuk menjaga supaya kondisi mata tetap rilex adalah dengan melakukan senam mata.

Menurut Anwari et al, kegiatan senam mata bisa mencegah penurunan penajaman mata. Senam mata bisa dilakukan dengan mudah, kapan dan dimana saja.

Berikut ini adalah tahapan gerakan senam mata yang bisa kita lakukan.

Aktivitas senam mata ini sejalan dengan hasil penelitian Maisal, dkk (2020) pada responden pekerja rambut palsu di kota Kupang, dimana dengan melakukan senam mata secara rutin (4 kali sehari) dalam kelompok selama enam kali pertemuan didapatkan hasil responden mengalami penurunan nilai rata-rata kelelahan pada mata pekerja rambut palsu (Maisal et al., 2020).

Ayo, kita lakukan senam mata secara rutin supaya mata kita tidak cepat lelah sehingga penglihatan menjadi lebih nyaman. (*)

Naskah artikel ini ditulis oleh Tim Mahasiswa UKRIDA yang beranggotakan: Dimas Maulana Syafeli, Erlina, dan Rian Lukmanul Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *