Oleh Arvin Syahputra Nasution
Umar Husin, seorang warga Medan telah membuktikannya. Pria kelahiran 1985 itu mengaku sudah beberapa tahun menggunakan bahan bakar Shell untuk konsumsi mobil sedan Grand Livina miliknya.
Ia mengaku puas memakai bahan bakar Shell untuk mobilnya, setiap kali harus menempuh perjalanan jauh. “Kalau berjalan jauh sangat bagus pakai BBM Shell, suara mesin jadi halus dan awet,” katanya di Medan, Jumat (24/6/2022).
Selain suara kendaraan menjadi halus, Umar Husin juga mengungkapkan bahan bakar Shell membuat mesin mobil menjadi lebih bersih. Lekaki yang berprofesi sebagai event organizer itu mengisahkan, dulu sebelum menggunakan produk Shell, setiap kali menyervis mobilnya ke bengkel, sering kali ia melihat banyak kerak atau kotoran yang menempel di mesin mobilnya. Sehingga ia harus membeli pembersih tambahan dan itu menambah ongkos yang harus ia keluarkan untuk merawat kendaraannya itu.
Sejak itu ia berpikir untuk mencoba menggunakan bahan bakar Shell. Dan setiap kali ia menyervis mobilnya secara rutin, ia tidak lagi harus membeli pembersih, lantaran mesin kendaraan bersih dan awet. Hal itu bisa membantunya dalam mengirit uang. “Shell punya kualitas membersihkan mesin. Bahan bakarnya itu membuat mesin lebih awet,” tutur Umar.
Meski kualitas bagus dan unggul Umar juga mengakui kalau BBM Shell terbilang mahal dibanding produk lain. “Makanya kalau jalan jauh aja saya pakai Shell untuk mobil pribadi. Soalnya kalau dikit-dikit berhenti dan jalan kinerja mesin akan lebih cepat habis bensin, tekor juga sih, tapi banyak kok yang lebih mementingkan kualitas dibanding harga dan sebaliknya,” ucapnya.
Bagus untuk Mobil Klasik
Selain digunakan untuk mobil sedannya, BBM Shell juga dipakai Umar untuk mobil antiknya, satu unit mobil antik Holden, yang memiliki silinder besar. Umar sendiri tergabung dalam komunitas pecinta mobil antik jenis Holden sejak 2010. Komunitas ini bernama Old Holden Medan. Sebagai pecinta mobil klasik yang memiliki CC besar, Umar dan rekan-rekan sangat memperhatikan mutu bahan bakar untuk memastikan mobil-mobil mereka terus awet.
Bagi Umar, dkk, tidak ada alasan untuk sepele terhadap kualitas bahan bakar, karena menyangkut masa depan kendaraan mereka. Itu sebabnya, mereka tidak ragu untuk menggunakan produk-produk Shell. Apalagi, mobil-mobil tua sepasti Holden membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi. Dan bahan bakar yang pasti mengandung oktan tinggi adalah produk Shell. Di situlah produk Shell menjadi jawaban.
“Kalau nggak pakai bahan oktan tinggi mesinnya akan glitik, ada bunyi di mesin. Jadi Shell ini berbahan Oktan tinggi. karena mobil tua harus dirawat agar awet,” ungkapnya.
Bersama komunitasnya, Umar pun pernah diundang dalam peresmian SPBU Shell beberapa waktu lalu di Jalan Setia Budi Medan. “Shell sebenarnya selektif mengundang komunitas seperti kami. Jadi mereka sebenarnya mau mengedukasi ke pemakai mobil lama, karena Shell ini bagus untuk mobil lama,” tutur Umar.
Pelumas Shell Juara untuk Mobil Diesel
Tak hanya bahan bakarnya yang bagus, produk pelumas dari Shell juga sangat terjamin mutunya. Itu sebabnya para pecinta mobil cepat melirik oli Shell. Seperti oli Shell yang terus dikonsumsi Tim Horas Universitas Sumatera Utara (USU). Tim ini terdiri dari beberapa mahasiswa jurusan Teknik Mesin yang merancang dan membuat mobil hemat energi. Untuk even pacuan, mobil bermesin diesel yang dipakai Tim Horas USU sudah memakai oli Shell sejak 2019.
Alasan mereka, Oli Shell membuat mesin lebih ringan dan dingin, lebih gesit hingga tak menimbulkan suara gesekan di mesin. “Kami menggunakan oli Shell dalam setiap kompetisi mobil Diesel,” ujar Manager Tim Horas USU, Robert Pangaribuan.
Tim Horas USU pernah memenangkan ajang balap mobil mesin diesel untuk tingkat nasional. Di 2022 ini, Tim Horas USU menjadi satu-satunya kelompok yang mewakili USU dan wilayah Sumatera Utara yang berkesempatan berpartisipasi di even Shell Eco Marathon Asia 2022. “Di Oli Shell ini lebih valid perkembangannya menuju target,” beber Robert.

Mengurangi Gesekan dan Melindungi Mesin dari Korosi
Ternyata keunggulan BBM Shell baik untuk mesin mobil dan motor serta kualitas olinya bukanlah isapan jempol. Bahkan para ahli yang mengujinya juga mengakuinya. Colin Chin, salah seorang ilmuan mengungkapkan, salah satu penyebab borosnya bensin adalah karena bagian kritis mesin (seperti katup salur masuk dan injektor injeksi langsung) yang kotor karena penggunaan BBM yang tidak mengandung zat aditif pembersih endapan. Hal ini akan mengurangi performa dan efisiensi mesin.
“Penelitian kami juga menunjukkan, 15 persen energi mesin terbuang melalui gesekan. Dengan adanya zat aditif pengurang gesekan, efisiensi mesin bisa ditingkatkan,” jelas Colin.
Colin menambahkan, Shell Super dengan teknologi Dynaflex dirancang untuk membantu mencegah terbentuknya endapan dan mengurangi gesekan pada mesin sehingga meningkatkan efisiensi mesin. Sedangkan, Shell V-Power juga diformulasikan dengan zat aditif Dynaflex yang lebih kuat dari Shell Super untuk membersihkan endapan yang menyebabkan penurunan performa dan mengurangi gesekan sekaligus untuk performa dan efisiensi maksimal.
“Jika digunakan pada kendaraan yang sudah berumur, bahan bakar Shell dapat mengikis endapan atau kotoran pada bagian kritis dan mengembalikan performa mesin agar kembali optimal,” paparnya.
Dengan menggunakan Shell V-Power, tambah Colin, kendaraan lama bisa mendapatkan lebih banyak manfaat karena biasanya kendaraan lama memiliki banyak endapan yang mengurangi peforma dan efisiensi mobil. Untuk kendaraan dengan mesin diesel, Shell Diesel Extra yang diformulasikan dengan molekul pembersih (Dirt Busting Molecules) yang mencegah terbentuknya endapan pada injektor diesel untuk menjaga performa dan efisiensi mesin diesel.
Kedua jenis bahan bakar Shell yakni Shell Super dan Shell V-Power, kata Colin, sama-sama mengandung formula Dynaflex untuk membersihkan bagian kritis mesin dan mengurangi gesekan mesin. Akan tetapi, efektivitas keduanya memiliki perbedaan.
“Shell Super dirancang untuk mencegah terbentuknya endapan pada mesin dan juga mengandung formula pengurang gesekan (friction modifier) baru untuk meningkatkan efisiensi mesin. Sementara Shell V-Power dirancang untuk pembersihan yang lebih kuat dan mengandung tiga kali lebih banyak pengurang gesekan (friction modifier) dibanding Shell Super, untuk memberi performa dan efisiensi yang lebih tinggi,” tambah Colin.
Untuk mesin diesel, Colin Chin juga menambahkan bahwa Shell Diesel Extra telah diformulasikan untuk memenuhi spesifikasi bahan bakar kendaraan di Indonesia. Shell Diesel Extra diformulasikan untuk mengurangi endapan pada injektor dan melindungi mesin dari korosi dan mengurangi busa pada saat pengisian. “Hasil penelitian menunjukkan selain mencegah mesin dari korosi, Shell Diesel Extra juga mampu memaksimalkan performa dan efisiensi mesin kendaraan bermotor,” pungkasnya.
Sebagai produk unggul di bidang BBM dan oli, produk Shell patut diacungi jempol. Namun, di tengah persaingan pasar yang kompetitif, dengan konsumennya orang Indonesia yang cenderung masih mementingkan harga ketimbang kualitas, apakah produk Shell mampu bertahan dan menjadi pilihan utama konsumen? Biar waktu yang akan menjawab. (*)










