NEWS  

Disangka Mabuk, Pria Pernah Rehab di BNN Tewas di Komplek MMTC

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Komplek elite dan kawasan bisnis MMTC yang berada di Jalan Selamat Ketaren, Desa Medan Estate, Kecamatan Medan Tembung, tiba-tiba nerhenti aktivitas sejenak setelah gegernya penemuan mayat seorang pria.

Mayat pria yang mengenakan pakaian lengan sepotong warna biru dan celana sport panjang itu ditemukan di belakang Ruko milik warga etnis di komplek itu pada Rabu (6/4/2022) sekira pukul 07.50 WIB.

Kasi Humas Polsek Percut Sei Tuan, Iptu Basrah Mansyah ketika dikonfirmasi, menjelaskan bahwa pria yang ditemukan tewas itu bernama, C. Lubis (40) yang bekerja mocok-mocok, warga Jalan Patimura, Gang Mandailing, Kecamatan Medan Baru.

Polisi mengetahui penemuan mayat itu setelah adanya informasi warga masyarakat. Polisi yang mendatangi lokasi pun menemukan almarhum telah tewas dengan posisi telungkup.

“Saat ditemukan di TKP, korban sudah meninggal dunia dengan posisi telungkup hidung mencium tanah dengan hidung berdarah dan siku tangan kanan dan kiri berdarah selanjutnya personil bersama dengan team Inafis Sat reskrim Polrestabes Medan melakukan olah TKP,” jelas Aiptu Basrah.

Dari hasil cek TKP dan penelusuran terhadap para saksi, polisi menyebut jika dari keterangan rekannya bernama Daniel Ginting bahwa sekira pukul 00.00 WIB saat akan membuang air kecil, ia sudah melihat almarhum di TKP dengan posisi telungkup.

Rekannya itu pun lantas memberitahukan kepada rekan lainnya. Namun rekan-rekan korban menduga kalau almarhum tertidur karena mabuk minuman. Mereka selanjutnya membiarkan tubuh almarhum mencium tanah seorang diri di tengah larut malam.

Hingga pagi hari sekira pukul 07.00 WIB, seorang warga bernama, Indra Nasution melihat almarhum yang berada dengan posisi tubuh telungkup hidung mencium tanah lalu memanggil rekannya Chandra Sihaloho untuk melaporkan penuan itu ke Polsek Percut Sei Tuan.

Aiptu Basrah juga mengungkapkan, dari hasil olah TKP oleh personil Inafis Polrestabes yang memeriksa tubuh korban, tidak ada menemukan tanda tanda kekerasan. Bahkan, kata dia, keluarga almarhum meminta kepada pihak kepolisian agar mayat almarhum dibawa ke rumah Duka di Jalan Patimura Gang Mandailing No.20 Medan Baru untuk di semayamkan dan tidak lakukan Otopsi serta tidak keberatan atas meninggalnya almarhum.

“Karena dari keterangan abang kandung almarhun yang bernama, Ghofur Lubis menerangkan bahwa almarhum mengalami penyakit lambung, kemudian pernah di rehabilatas Narkoba dan sering tiba-tiba mengalami pingsan. Kita temukan juga kartu rehab BNN di tubuhnya,” pungkas Basrah. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *