NEWS  

Curi Kotak Infaq di Masjid Syahiratul A’mal, Pria Bertato Diikat di Tiang

Share

Percut, ArmadaBerita.Com

Seorang pria memiliki tato bermotif di leher juga lengannya tak bisa berkutik lagi setelah kaki, tangan dan badanya diikat dan digembok warga di tiang besi halaman parkir Masjid Syahiratul A’mal, Jalan Benteng Hilir, Dusun 17, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumut, Sabtu (27/11/2021) sekira pukul 10.00 WIB.

Warga terpaksa mengikatnya agar pelaku tak bisa kabur. Pasalnya, pria mengaku bernama Toni Nasution (27) ini kepergok membobol dua kotak infak yang berada di dalam masjid.

Saat melakukan aksinya, Toni yang mengaku tinggal di Pasar 11, Gang Angsana, Desa Bandar Khalipah itu sempat berhasil. Uang yang ada di dua kotak infak masjid berhasil dicongkel dan dikumpulkannya lalu dibawa kabur keluar masjid.

Rupanya aksi itu dilihat salah satu warga yang langsung meneriakinya maling. Salah satu pengurus masjid, Akhyar Hasibuan juga melihatnya buru-buru kabur. Pelaku pun ‘cicing’ melarikan diri.

“Ada dua kotak infak yang dicongkelnya,” kata Akhyar Hasibuan sembari menunjukan kotak infak yang sudah rusak.

Untungnya para pemuda disana mendengar suara teriakan maling dan melihat pelaku menyelinap masuk ke gang-gang kecil diantara rumah warga. Alhasil, para pemuda berhasil menangkapnya.

“Tadi pas kami tau malingnya lari ke belakang rumah saya langsung kami kejar. Dia nggak bisa lari karena kami kepung tiga orang. Dia menyerah lalu kami bawa ke mesjid lagi,” tutur Arif, warga sekitar.

Warga ramai di lokasi ingin melihat langsung wajah pencuri yang diikat di tiang parkiran mesjid.

Warga pun mulai ramai untuk melihat. Tak sedikit bogeman mendarat diarahkan beberapa warga yang melihat tampang pria bertato yang sedikit urakan itu. Bahkan salah seorang warga menuduhnya juga pernah mencuri di masjid kawasan Desa Laud Dendang.

“Kau juga yang mencuri kotak infak disana ya. Dua kali kau mencurinya disana, saya tanda dengan kenal wajahmu,” tunjuk marah orangtua berkacamata yang disahuti pelaku dengan menggelengkan kepalanya.

Pelaku yang memiliki postur tubuh kekar itu mengaku mencuri karena tak memiliki pekerjaan tetap. “Kalau berhasil uangnya buat keperluan sehari-hari karena saya nggak kerja. Saya tinggal sama mertua,” ucapan Toni yang mengaku sudah memiliki 1 orang anak.

Untuk menghindari amukan massa, beberapa pengurus masjid dibantu para orangtua disana pun berjaga agar warga tak memukulinya.

“Udah jangan dipukuli ya, kita tunggu pihak kepolisian biar diproses,” tutur warga.

Iwan Safi’i, Ketua BKM Masjid Syahiratul A’mal memastikan bahwa pelaku melakukan aksinya seorang diri. “Kalau dilihat dari CCTV bagian luar, dia seorang diri saja. Uangnya dicuri dari kotak infak kebetulan sudah dikumpulkan duluan, jadi gak banyak yang dicurinya,” akunya.

Tak berapa lama, polisi yang menerima informasi itu dengan cepat turun ke lokasi dan langsung memboyong pelaku ke Polsek Percut Sei Tuan.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol M. Agustiawan dan Kanit Reskrimnya, Iptu Bambang begitu menerima informasi itu dengan sigap menindak lanjutinya dengan menurunkan sebuah mobil patroli dan dua personel untuk membawa pelaku beserta barang buktinya.

Petugas yang datang juga mengarahkan pengurus mesjid untuk membuat laporan polisi. “Terimakasih informasinya, sudah kita tindak lanjuti,” tegas Kompol M. Agustiawan. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *