NEWS  

Warga Kutuk Keras Keberadaan Judi Tembak Ikan Tak Jauh dari Mesjid di Jamin Ginting Medan

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Perjudian Tembak Ikan yang dulunya sembunyi sembunyi di dalam gang-gang Kota Medan kini sudah terbilang bebas membuka perjudian di tepi Jalan Raya/Umum. Ironisnya, lokasi tidak berapa jauh dari rumah ibadah dan tempat pertemuan adat tanpa hambatan.

Salah satu lapak judi jenis Tembak Ikan, Scater dan Rolet yang diganduringi itu terletak di sebelah Jambur Pemere (tempat pertemuan adat Karo) dan tak jauh dari Masjid Nurul Huda Kuwala Bekala, Kelurahan Kuala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Rabu (29/9/2021).

Dari pantauan wartawan di lokasi, keberadaan lapak judi jenis Tembak Ikan, Scater, dan Rolet itu ramai digandrungi baik para pria maupun wanita dari berbagai wilayah.

Lokasi arenanya cukup strategis. Agar membuat para pemain nyaman, pengelola membuat arena judi itu di sebuah rumah bekas warung yang ditutupi Triplex. Di dalam lokasi terdapat 2 mesin judi tembak ikan, 1 mesin judi Rolet, dan 4 mesin judi Scaiter (high domino).

Benar saja, di dalam bukan hanya kaum pria saja yang bermain judi malah ibu ibu rumah tangga yang seharusnya mengurus keluarga ikut bermain judi tanpa ada rasa was-was kedatangan aparat.

Yang lebih tragis didalam ruangan ber ukuran lebih kurang 6 kali 7 meter tidak satupun yang menggunakan masker dan tidak dilengkapi Protokol Kesehatan (Prokes).

Di dalam setiap pengunjung yang datang langsung dihampiri seorang wanita berparas cantik yang diketahui pekerja lapak judi sebagai Marka atau penukaran koin serta pemberi uang tunai bagi pemain yang memenangkan tebakan dari permainan mesin judi.

“Mau tukar koin pak?” tanya wanita berparas ayu dengan kulit kuning langsat itu kepada tamu.

Ketika ditanya apakah lokasi judi ini aman dari penggerebekan petugas, wanita diperkirakan berusia dua puluh tahunan itu pun menjawab aman dengan entengnya.

“Aman disini pak, ini punya aparat. Saya hanya pekerja saja disini,” ucapnya sembari menjelaskan bahwa aparat yang dimaksud berada di kawasan Lanud Soewondo dan membekingi tempat itu.

Harapan Warga ke Pemimpin

Keberadaan lapak judi itu ternyata banyak dikecam warga masyarakat disana. Pasalnya, mereka takut anggota keluarga serta para warga ikut terjerumus di permainan judi tersebut. Apalagi para tamu yang datang menimbulkan kerumunan serta diduga tak melakukan Prokes.

“Ramai yang datang bang, semua yang datang nggak mengikuti Prokes bahkan banyak yang gak memakai masker. Kami warga disini sudah resah, tapi kayaknya aparat gak mungkin menutupnya karena dugaan kulit judi itu dibekingi aparat,” kata salah seorang warga bernama Isnan Sembiring (56) kepada wartawan, Rabu (29/9/2021).

Tak hanya soal bahaya penularan virus Covid-19, warga juga menecam keras arena judi yang berlokasi tak jauh dari rumah ibadah, serta disebelah bangunan rumah pertemuan adat.

“Ini sungguh keterlaluan, mereka susah gak ada iman sama sekali, lokasi judi mereka dekat mesjid bahkan sampai malam. Kami warga disini menguuk keras judi itu,” cetus Sembiring yang diamini warga lainnya.

Warga pun berharap aparat hukum baik Kapolrestabes Medan yang dipimpin Kombes Pol Rico Sunarko, hingga ke Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mampu merealisasikan jabatannya untuk ketenangan warga masyarakat dalam hal memberantas kejahatan.

“Kalau mereka tau dan mampu memberantasnya namun tidak dilakukan, berarti mereka pemimpin yang dzolim. Sebab, arena judi itu jelas ilegal dan dilarang,” sambubg warga lainnya.

Bahkan, warga juga berharap kepada jajaran TNI Kodam BB bisa ikut andil memberantas kemaksiatan demi kenyamanan rakyat.

“Kami juga akan sampaikan surat terbuka ke bapak Wali Kota Medan, Bobby Nasution agar keluhan kami ditindaklanjuti, seperti penutupan lapak judi yang dilakukan pihak Pemko Medan baru-baru ini,” pungkasnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *