Percut, ArmadaBerita.Com
Belum sampai 24 jam, polisi akhirnya berhasil meringkus 4 terduga pelaku penganiayaan berujung tewasnya, Zulham (18) warga Dusun III, Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang.
Dari ke empat terduga pelaku itu, diketahui pola asal muasal penyebabnya. “Sudah tiga, eh empat orang yang kita amankan atas tewasnya remaja di Batang Kuis itu. Motifnya karena saling ejek,” kata Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu Jhon Harto Panjaitan, sewaktu dikonfirmasi wartawan, Jum’at (11/12/2020) sekira pukul 15.45 WIB.
Saat ini, pihak Polsek yang menangani kasus tewasnya remaja 18 tahun di Kecamatan Batang Kuis itu, masih melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap keempat terduga pelaku yang mereka amankan.
Sementara, pihak keluarga kni masih mempersiapkan proses pemakaman terhadap korban. Menurut informasi, korban sore ini akan langsung dimakamkan di TPU (Tempat Pemakaman Umum) di kawasan rumah korban, usai melaksanakan fardu kipayahnya.
“Ini baru siap disholatkan, sebentar lagi akan di kebumikan,” ujar salah seorang sumber yang dihubungi wartawan saat ikut bertakjiah ke rumah duka.
Diketahui sebelumnya, Zulham (18) tewas setelah diantar warga ke Klinik Puja di Dusun III, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang, pada Kmais (10/12/2020) sekira pukul 23.00 WIB.
Saat dibawa, kondisi korban luka lecet didahi, benjolan didahi akibat pukulan benda tumpul, didada mengalami luka gesekan dan mengeluarkan darah dari hidung. Bebera saat dirawat, korban menghembuskan nafas terakhirnya di kelinik.
Korban tewas diduga dianiaya menggunakan benda tumpul yang dilakukan beberapa orang di Lorong VII, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, yakni di Wilayah Hukum Polsek Percut Sei Tuan Polrestabes Medan.
Polsek Batang Kuis Polresta Deli Serdang sempat menangani kasus itu, namun karena kawasan tempat kejadiannya berada di wilayah hukum Polsek Percut Sei Tuan, Polrestabes Medan, kasus itu diambil alih Polsek Percut. (Ck/ABC)










