Medan, armadaberita.com
Tiga hari kabur usai menikam pamannya sendiri hingga tewas, Firman (38) warga Jalan M. Yakub, Gang Tinik, Kecamatan Medan Perjuangan, akhirnya berhasil dibekuk tim Reskrim Polsek Medan Timur dari kawasan Jalan Mandala By Pass, Senin (2/12) kemarin.
“Saat dirangkap, tarsangka berpura-pura sebagai gelandangan,” kata, Mapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, didampingi Kapolsek Medan Timur, dan Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Prasetiyo saat menggelar ekspose pengungkapan pelaku pembunuh paman yang digelar Ruang Loby Mapolrestabes Medan, Selasa (3/12) sore.
Dalam memaparkan kasus tersebut, aksi kejam dan nekat pelaku membunuh pamannya yang bernama, Ahmad Darabi Chaniago (46) terbilang sepele. Pasalnya, pembunuhan itu berawa dari cekcok antar pelaku (Firman) dengan ibu kandungnya saat meminta Autan/Soffel (obat anti nyamuk).
“Pelaku ini cekcok dengan ibunya sewaktu minta anti nyamuk. Ibunya sudah memberi uang Rp 1500, tapi pelaku marah-marah dan mengamuk kepada ibunya dan dihadapan adiknya,” papar, Kapolrestabes Medan.
Melihat pelaku mengamuk, sang ibu lantas menghubungi adik kandungnya yang tak lain adalah korban, Ahmad Darabi. Tak lama berkomunikasi via telfon, Ahmad Darabi pun dari rumahnya di Jalan Sekip, Gang Saga Medan, tiba ke rumah pelaku di Jalan M. Yakub, Gang Tinik, Kecamatan Medan Perjuangan.
Setibanya di rumah, korban bersama istrinya, Mariana MR. Korban lantas bertemu di ruang tamu rumah kakaknya (ibu pelaku).
“Begitu keduanya di ruang tamu, menurut pengakuan si pelaku, korban menumbuk bagian wajah pelaku satu kali sambil marah dan menanyakan ke pelaku mengapa mengamuk,” terang Kombes Pol Dadang.
Peristiwa itu ternyata membuat pelaku sakit hati. Pria yang menumpang tinggal bersama ibu kandungnya itu lantas berlari ke lantai II kamarnya.
“Di kamarnya dia mengambil Kris yang disimpannya di balik kasur. Kemudian dia turun lagi ke ruang tamu dan menusukan keris itu ke dada korban sebanyak 1 kali,” sebut, Kapolrestabes Medan.

Tusukan Kris panjang itu membuat korban terkapar di lantai dengan kondisi bersimbah darah. Keluarga korban yang berada di dalam rumah pun histeris hingga mengundang perhatian warga. Sejurus kemudian, pelaku langsung ke luar pintu rumah dan berpapasan dengan ibunya.
“Mampus dia. Lihat itu adekmu sudah kubunuh, sudah mati dia,” ucap pelaku dengan sangarnya kala itu, yang diakui pelaku saat dihadirkan dalam press rilise kasus tersebut.
Saat keluarga berduka melihat korban tak lagi bernyawa, pelaku pun pergi. Polisi sempat kesulitan mencarinya. Selama tiga hari setelahnya, polisi akhirnya berhasil meringkus pelaku. Dari penangkapan itu, polisi menghadiahkan timah panas menyarang di salah satu kaki pelaku.
“Saat ini belum ada fakta soal pelaku mengkonsumsi narkoba terlebih dahulu sebelum menghabisi pamannya. Mengenai dendam dengan sang paman sebelum kejadian, masih kita telusuri lagi, namun aksi pelaku itu sepontan karena emosi. Mengenai kejiwaannya, nanti akan kita periksakan,” pungkas Kombes Pol Dadang.
Sementara itu, pelaku saat ditanyai, nekat menghabis pamannya sendiri karena sakit hati lantaran si paman memukul wajahnya begitu datang sambil marah kepadanya.
“Gak ada dendam sama paman pak, apalagi dendam sama mamak. Gara-gara dipukulnya itu aja. Aku ribut sama mamak karena mau minta Autan (obat nyamuk). Udah dikasih sama mamak uang Rp 1500,” akunya, sembari mengaku menyesal dengan kepala tertunduk. (Nst)











