Armadaberita.com, Besitang — Puluhan rumah di Kelurahan Bukit Kubu, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumut, terdampak banjir lumpur pada Senin (10/11/2025) malam. Banjir ini dipicu hujan deras yang membawa lumpur dari lokasi pengerukan bukit untuk proyek Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Muara Bilis Tunggal Tualang (PT MTT) di Simpang Bukit Mas.
Dampak terparah terjadi di Lingkungan II Sri Mulyo dan Lingkungan III Bukit Mas. Ketinggian lumpur mencapai 50 hingga 100 sentimeter, bahkan sebagian rumah terendam sampai setinggi dada. Warga mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang rumah tangga mereka.
Edi Suhardi, Kepala Lingkungan III Bukit Mas, mengatakan, “Air dan lumpur datang begitu cepat, kami tidak sempat menyelamatkan barang. Ketinggian air sampai sedada.” Rahmad, Kepling II Sri Mulyo, menambahkan ketinggian lumpur di rumahnya hampir satu meter.

Tindakan Pemerintah dan Perusahaan
Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Besitang langsung menggelar pertemuan dengan warga, pihak perusahaan, dan kontraktor untuk menindaklanjuti kejadian ini. Anton, perwakilan kontraktor, menyatakan akan bertanggung jawab dan memperbaiki kerusakan.
Camat Besitang, Irham menegaskan, “Keluhan warga sudah ditindaklanjuti. Mobil pemadam akan dikerahkan untuk membersihkan lumpur di jalan, dan kasus ini sudah dilaporkan ke kabupaten.”

Warga Minta Evaluasi Izin dan AMDAL
Tokoh masyarakat Khairuddin MJ menilai banjir lumpur ini menjadi peringatan serius terkait pengerukan lahan untuk proyek PKS. “Banjir lumpur seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kerugian warga cukup besar, perabot rusak, jalan tertutup, dan aktivitas terganggu,” katanya.
Ia juga meminta pemerintah meninjau ulang izin dan kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) proyek PT MTT agar kejadian serupa tidak terulang. (Tim Armada Berita)











