Tinggal 0,14 Persen, Sumut Kejar Tuntas Elektrifikasi Desa

Rapat Sikronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) di Aula Kantor PLN UID Sumut, Jalan Yos Sudarso, Medan, Rabu (7/10/2026). Ist
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Sumatera Utara tinggal selangkah lagi mencapai Rasio Elektrifikasi (RE) 100 persen. Dengan capaian saat ini sebesar 99,86 persen, Pemerintah Provinsi Sumut bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) UID Sumut memperkuat koordinasi untuk membuka akses listrik bagi masyarakat di wilayah pelosok.

Percepatan tersebut menjadi fokus dalam program Listrik Perdesaan (Lisdes), terutama di daerah yang masih menghadapi kendala geografis, kawasan hutan, perizinan, hingga akses menuju lokasi pembangunan jaringan.

Upaya itu dibahas dalam Rapat Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Lisdes, Fasilitasi Penyiapan Lahan, serta Penyelesaian Perizinan di Aula Kantor PLN UID Sumut, Jalan Yos Sudarso, Medan, Rabu (7/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung selama dua hari tersebut melibatkan perwakilan 33 kabupaten/kota se-Sumut bersama jajaran instansi terkait, termasuk Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, dan ATR/BPN.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Timur Tumanggor menekankan bahwa listrik bukan hanya kebutuhan dasar untuk penerangan. Kehadirannya juga berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Terlepas dari kendala, rintangan, dan hambatan yang ada, apakah karena lokasinya sulit, kawasan hutan lindung, atau area konservasi, jangan sampai masalah administrasi menghambat aliran listrik ke dusun-dusun kita. Ini tanggung jawab moral dan tugas pokok kita sebagai pelayan masyarakat,” tegas Timur.

Dinas ESDM Sumut, kata Timur, saat ini menerima 117 usulan lokasi program Lisdes. Sebanyak 47 lokasi di antaranya berada di lima kabupaten prioritas, yaitu Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, dan Mandailing Natal (Madina).

Karena itu, ia mendorong seluruh pemangku kepentingan menggunakan forum coaching clinic untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menghambat, terutama menyangkut perizinan. Dengan demikian, lokasi-lokasi tersebut diharapkan dapat dialiri listrik pada 2027.

Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andriah Feby Misna mengatakan, capaian RE Sumut sebesar 99,86 persen menunjukkan akses listrik telah menjangkau hampir seluruh wilayah. Namun, masih adanya masyarakat di pelosok yang belum menikmati listrik membuat penuntasan elektrifikasi tetap menjadi prioritas.

Target nasional yang harus dicapai adalah RE 100 persen pada 2029.

“Untuk tahun 2026, terdapat 106 lokasi jaringan Lisdes di Sumatera Utara yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Sekitar 44 persen atau 47 lokasi di antaranya berada di wilayah Kepulauan Nias dan Mandailing Natal,” ujar Feby.

Untuk memperluas jangkauan listrik tersebut, Kementerian ESDM menyiapkan tiga strategi, yakni memperluas jaringan distribusi melalui sistem grid, membangun PLTS Komunal, serta menyediakan PLTS Individual.

Namun, pembangunan jaringan listrik tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur kelistrikan. Pemerintah daerah juga diminta memastikan dukungan di lapangan, mulai dari penyediaan akses jalan, kejelasan koordinat lokasi, penyelesaian izin pemanfaatan kawasan hutan, hingga sosialisasi Right of Way (ROW) kepada masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting agar pembangunan jaringan tidak tersendat persoalan lahan dan administrasi.

Dari sisi pelaksana, General Manager PLN UID Sumut Rizky Mochamad memastikan PLN siap membangun infrastruktur Lisdes di lokasi yang telah ditetapkan. Kepastian perizinan dan aksesibilitas menjadi dua hal yang dinilai penting untuk menjaga pembangunan tetap berjalan.

“Ukuran keberhasilan program listrik desa bukan sekadar berapa banyak tiang dan jaringan yang terbangun, tetapi berapa banyak masyarakat yang akhirnya dapat menikmati listrik dan merasakan manfaat nyatanya,” kata Rizky.

PLN, lanjutnya, membutuhkan dukungan pemerintah daerah dalam fasilitasi lahan, perizinan, serta koordinasi sosial agar pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat dilaksanakan tanpa hambatan.

Dengan RE yang telah mencapai 99,86 persen, pekerjaan berikutnya bukan sekadar menambah jaringan, melainkan memastikan sisa masyarakat yang belum menikmati listrik benar-benar terjangkau. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PLN pun menjadi kunci untuk menuntaskan akses listrik hingga ke dusun-dusun pelosok Sumut. (Asn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *