Medan, ArmadaBerita.Com
Walikota Medan, Rico Bayu Triputra Waas dalam pidato perdananya di depan anggota DPRD Medan, mengajak untuk menelaah dalam hati apa yang ingin digapai dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam membangun Kota Medan.
“Kita tentunya ingin membuat bangsa, negara kita ini maju, marilah kita introspeksi diri kita apa yang telah kita perbuat dan marilah kita bekerja sama untuk membangun kota Medan yang lebih baik ke depannya,” ajak Rico saat membuka pidato perdanya pada Paripurna DPRD Kota Medan di gedung Dewan, Selasa (4/2/2025).
Dikatakan Rico, menjadi Walikota dan Wakil Walikota Medan adalah panggilan sejarah untuk meneruskan apa yang telah dilakukan oleh pendahulu-pendahulunya yaitu para Wali Kota yang telah melakukan yang sebaik-baiknya, telah memberikan efeknya, telah memberikan usahanya, doanya, ikhtiarnya, dalam membangun kota Medan.
“Bagi saya dan Bapak Haji Zakyudin adalah panggilan sejarah untuk meneruskan apa yang telah dilakukan oleh pendahulu-pendahulu kami para Walikota-Walikota yang ingin berkemajuan, mulai dari Kota Medan yang mungkin dulunya kota yang tidak semegah ini, tidak seramai ini, tidak semetropolitan ini hingga sampai saat ini banyak perubahan yang telah kita lihat, banyak perubahan yang telah kami rasakan,” sebut Rico.
Rico ingin untuk ke depannya bersama Wakilnya Zakyudin Harahap ingin juga membuat kota Medan ini menjadi kota yang berbudaya, kota yang energi, kota yang ramah, kota yang tertib, kota yang unggul, kota yang aman dan kota yang humanis atau disebut Kota Medan yang bertuah.
“Tentu saya dan Bang Haji Zakyudin Harahap ingin juga membuat kota Medan ini menjadi kota yang berbudaya, kota yang energi, kota yang ramah, kota yang tertib, kota yang unggul, kota yang aman dan kota yang humanis atau kami sebut Kota Medan yang bertuah,” harapnya.
Penyampaian Pidato Perdana Wali Kota Medan pada Paripurna DPRD Medan. (Ist)Ia juga mengatakan kota Medan ini adalah kota yang beragam, kota yang memiliki perbedaan suku, budaya, agama, ras yang berbeda-beda. “Keberagaman ini bisa kita ibaratkan gado-gado, isinya berbeda-beda, sayurnya berbeda-beda lalu masuk ada saus kacangnya, tapi apakah ini membuat rasa itu tidak enak, tidak! ini menjadi sesuatu yang harmonis hingga nanti pun tercampur kita bisa merasakan bahwasanya perbedaan ini adalah perbedaan yang luar biasa,” ujarnya.
Kota Medan kota dengan begitu banyak suku, budaya, kota yang begitu banyak ras inilah, ungkap Rico, menjadi kebanggaan dan sepatutnya jaga. Dia menekankan bahwa Kota Medan haruslah dimiliki seluruh masyarakat kota Medan mulai dari dari Belawan hingga Johor, dari Marelan hingga Tuntungan, dari Tembung hingga Helvetia, dari Padang Bulan hingga Pancing. Kota Ini milik mereka-mereka yang tinggal di garis persilangan sungai Deli dan sungai Babura.
“Kota ini adalah milik semua orang. Artinya ke depan menjadi tugas kita bersama, bukan hanya kami tapi kita bersama untuk menjauhkan perilaku-perilaku intoleran yang berpotensi memecah kita dengan alasan suku, agama dan ras karena sejak awal tanah Kota Medan diizinkan Tuhan untuk diinjak oleh perbedaan,” pungkasnya.











