46 Juta Gen Z, Diprediksi Hanya 23 Persen yang Nyoblos

Bakhtiar Sibarani, eks Bupati Tapanuli Tengah berbicara tentang potensi Gen Z
Share

MEDAN, ARMADA BERITA – Dari total 204 juta pemilih yang terdaftar, lebih dari 46 juta merupakan Generasi Z atau orang yang lahir antara 1995-an hingga 2000-an). Tokoh masyarakat Sumut, Bakhtiar Sibarani menyampaikan kekhawatiran bahwa hanya 23 persen dari total 47 juta Gen Z yang bakal menggunakan hak suaranya di pemilu 2024. Karena itu, ia memperingatkan bahwa jika fenomena ini tidak dikalkulasi dengan tepat, dapat mengecewakan bangsa kita.

“Generasi Z memengaruhi pertarungan politik kita, dan mendidik mereka adalah kunci untuk menciptakan Pemilu Bersih dan Berkualitas,” ungkap Sibarani dalam sebuah diskusi publik bertajuk “Kawal Pemilu Cerdas dan Berintegritas” yang diselenggarakan oleh Germadi (Gerakan Mahasiswa Demokrasi Indonesia) di Kafe Seulawah Kupi, Komplek MMTC Pancing, Medan, Sabtu (3/2/2024).

Sibarani menekankan potensi Gen Z sebagai agen perubahan, ia menyatakan bahwa mereka belum terkontaminasi politik kotor dan dapat menjadi pemain kunci dalam mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil. Eks Bupati Tapanuli Tengah itu memberikan saran praktis kepada Generasi Z, untuk memanfaatkan media sosial sebagai alat memantau dan mengawal jalannya pemilu damai, jujur dan adil.

“Gunakan media sosialmu untuk mengawal pemilu. Live streaming saat pencoblosan, sorot dari awal pencoblosan hingga penghitungan suara, dan umumkan hasilnya di medsosmu untuk mencegah kecurangan,” sarannya.

Menanggapi kekhawatiran mahasiswa terhadap partisipasi dalam Pemilu, Sibarani menegaskan bahwa mahasiswa tetap dapat mencoblos dengan membawa kartu penduduk atau KTP untuk memilih presiden. “Kami mengajak mereka semua untuk kawal TPS dan KPPS. Meskipun tidak berada di rumah, cukup dengan menunjukkan KTP, mereka tetap bisa menggunakan hak suaranya,” tambahnya.

Sibarani mendukung suara mahasiswa yang menuntut pemilu yang jujur dan adil. Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk memastikan integritas Pemilu.

Yance Aswin, seorang praktisi hukum, menambahkan bahwa kekhawatiran terhadap integritas Pemilu semakin dalam, dan mengajak semua pihak, termasuk Presiden Jokowi, untuk memastikan keterlibatan aktif dalam menjaga Pemilu yang transparan dan bebas dari kecurangan.

Jack Rinaldy, mahasiswa UIN Sumut, mengajak seluruh mahasiswa untuk terlibat dalam penyehatan demokrasi, menyadari bahwa demokrasi sedang tidak sehat. Ia mengajak semua pelajar dan mahasiswa untuk membela demokrasi yang sehat. (Dewa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *