ArmadaBerita.Com
Sumatera Utara (Sumut) dinilai berhasil kendalikan inflasi pada bulan Desember 2023. Sebab, harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat terpantau berfluktuasi.
Demikian dikatakan ekonom asal Sumut, Gunawan Benjamin yang juga sebagai Ketua Tim Pemantau Harga Pangan kepada wartawan, Sabtu (30/12/2023).
Diungkapkan Gunawan, harga Cabai Merah dan Cabai Rawit terpantau mengalami penurunan yang cukup tajam. Cabai Merah ditransaksikan turun sekitar 17 persen dibandingkan dengan rata-rata bulan November. Untuk Cabai Rawit juga mengalami penurunan sekitar 21 persen dibandingkan dengan harga satu bulan yang lalu.
Sementara itu, Minyak Goreng kemasan mengalami penurunan sekitar 6 persen, termasuk juga harga gula pasir yang turun sekitar 6 persen.
Selain komoditas strategis yang mengalami penurunan tersebut, sebut Gunawan, sejumlah kebutuhan pangan lainnya seperti Daging Ayam naik sekitar 12 persen, Telur Ayam naik sekitar 2 persen. Lalu Bawang Merah juga naik sekitar 25 persen, dan bawang putih naik sekitar 4 persen. Harga Beras medium dan premium juga mengalami kenaikan selama bulan desember ini sekitar 3.7 persen.
“Harga Tomat juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan di bulan desember ini. Varian harga Tomat di pasaran yang biasanya bergerak dalam rentang Rp 4 ribu hingga 7 ribu per Kg, saat ini ditransaksikan dalam rentang Rp 12 ribu hingga 18 ribu per Kg nya,” paparnya.
Selain komoditas tersebut, lanjut Gunawan, sejumlah harga penyumbang inflasi lainnya di bulan desember ini adalah kenaikan harga emas dan kenaikan harga tiket pesawat. “Jika mengacu kepada sejumlah harga yang terbentuk dipasar, tekanan inflasi di Sumut pada dasarnya lebih rendah dibandingkan dengan tekanan inflasi diawal bulan Desember,” ungkapnya.
Gunawan menilai, inflasi di bulan Desember ini masih akan di bawah 0.36 persen, yang nantinya akan menggiring inflasi pada tahun 2023 berada dalam rentang 0.19 persen hingga 0.21 persen. “Laju tekanan inflasi di Sumut selama tahun 2023 terpantau masih akan bergerak dalam rentang bawah target Bank Indonesia. Pengendalian inflasi di Sumut selama tahun 2023 bisa dikatakan berhasil,” jelasnya.
Menurutnya, ada sejumlah catatan penting perlu menjadi perhatian pemerintah Sumut kedepan. Dimana belanja masyarakat belakangan terus mengalami pelemahan. Disisi lain harga komoditas yang melemah justru menjadi ancaman bagi daya beli petani, terlebih petani hortikultura.
“Sisi pasokan sangat rentan dengan gejolak harga yang terbentuk dan cenderung dibawah harga keekonomian. Seperti salah satunya adalah harga Cabai yang dibawah harga keekonomiannya saat ini,” tandasnya. (ASN)











