Medan, Armadaberita.com – Sejak 1992, Hari Disabilitas Internasional (HDI) menjadi momentum untuk menghapus diskriminasi dan meningkatkan dukungan terhadap penyandang disabilitas.
Tema tahun ini, “United in action to rescue and achieve the SDGs for, with and by persons with disabilities,” mengajak semua pihak bersatu dalam aksi untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas.
Melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Indonesia menunjukkan komitmennya dalam melindungi hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas. Disabilitas, mencakup fisik, intelektual, mental, dan sensorik, menuntut perhatian bersama kita.
Sementara istilah “difabel” menggambarkan keterbatasan peran penyandang disabilitas, kita perlu memahami bahwa mereka tidak mampu, hanya terbatas dalam aktivitas tertentu. Difabel adalah sebutan yang lebih sopan untuk menyapa penyandang disabilitas.
Peringatan HDI tahun ini bukan sekadar seremoni. Mari bersama-sama wujudkan inklusi nyata dengan memberikan dukungan, layanan terbaik, dan peluang pekerjaan bagi sahabat disabilitas. Melalui “Respek Disabilitas,” kita jadi garda terdepan yang mewujudkan keberpihakan bagi mereka.
Selamat Hari Disabilitas Internasional! Mari kita jadikan republik ini tempat yang inklusif, di mana setiap warganya, tanpa kecuali, mendapatkan hak dan layanan yang sama. (*)
Penulis: Mardi Panjaitan, Kepala SLB Negeri Pembina Tk Provinsi Sumatera Utara











