AGAMA  

Datang Bertakziah, Ketua TAFAHUM Sumut Sampaikan Kenangan Bersama Almarhum Syamsul Arifin

Jenazah H. Syamsul Arifin, SE diberangkatkan oleh ribuan pelayat ke tempat peristirahatan terakhir. (ASN)
Share

Langkat, ArmadaBerita.Com

Ribuan masyarakat Sumatera Utara (Sumut) khusunya di Kabupaten Langkat, berbondong-bondong ikut mengantarkan jenazah mantan Gubernur Sumut ke 15 periode 2008-2011 Syamsul Arifin ke tempat peristirahatan terakhir di Pangkalan Berandan Kabupaten Langkat, Rabu (18/10/2023) siang.

Sebelumnya, ribuan masyarakat juga tampak ikut bertakziah di rumah keluarga almarhum Jalan STM, hingga pelaksanaan fardhu kifayah.

Ketua Komunitas Tafahum Peduli Umat (KTPU) atau yang dikenal Ketua Tafahum Sumut, Ustadz Drs.Zakaria Koto ZA terlihat hadir untuk bertakziah hingga pemakaman.

Usai ikut mensholatkan almarhum di Masjid Raya Pangkalan Berandan, hingga ke pemakaman, Ustadz Zakaria Koto menceritakan kenangannya saat bertemu almarhum.

Menurut ustadz yang sering bergerak dan mengedukasi masyarakat mengenai pelaksanaan fardhu kifayah ini, almarhum H. Syamsul Arifin sejak jadi ketua KNPI Sumut sudah seperti keluarga dengannya. Sebab, dirinya mengaku pernah mengajar anak almarhum yang kecil bernama, Farid sewaktu duduk dibangku sekolah dasar (SD) kelas 5 yang juga sudah dipanggil Allah SWT.

Kenangan lain yang tidak terlupakan lagi pada saat ia berkunjung ke kantor almarhum yang saat itu masih menjabat sebagai Bupati Langkat. Ia bertemu dengan almarhum yang cukup dikenal gemar bercanda dan bersuara berkelekar.

“Pada saat pembicaraan serius, saya sampaikan pada almarhum ‘Pak lowongan tidak ya?’ Almarhum menjawab ‘Ustadz janganlah jadi PNS, saya saja tidak PNS dan kalau tidak jadi Bupati saya tak mau duduk di sini’. Itulah almarhum yang langsung menutup xengan wawanya yang khas,” kenang Ustadz Zakaria Koto.

Namun selepas itu, almarhum juga menyampaikan pesan yang tak terlupakan oleh ustadz Zakaria Koto.

“Ustadz, jangan tinggal ummat, nanti mereka kecarian,” sebut Zakaria menirukan ucapan almarhum.

Di mata ustadz Zakaria Koto, almarhum yang merupakan tokoh masyarakat Sumut, dikenal suka membantu, memberi dengan tidak pilih-pilih. Ustadz Zakaria Koto pun pernah menerima kenangan dan pemberian almarhum pada saat alamarhum mengeluarkan zakat harta dan bantuan.

“Hasil kenangan almarhum kepada saya adalah Kitab Tafsir Ibnu Katsier lengkap dan Tafsir Jalalai. Alhamdulillah sampai sekarang sangat membantu sebagai bacaan. Hal ini tentu menjadi amal kebaikan dan amal jariyah. Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu kuat dan sabar. Semoga Almarhum dimasukkan kedalam jannah-Nya,” ungkap Ustadz Zakaria Koto dengan harapan dan doa kepada Allah SWT. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *