Ketua DPW Sumut Punguan Sirait Muslim Indonesia Kunjungi Ponpes Daaruttauhid Ahlillah

Share

Simalungun, ArmadaBerita.Com

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Sumatera Utara (DPW Sumut) Yayasan Punguan Sirait Muslim Indonesia, Bakhtiar Sirait S.Sos datang berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Daaruttauhid di Nagori Jambi, Kecamatan Bangun, Kabupaten Simalungun, Kamis (21/10/2023).

Kunjungan dalam rangka menjalin silaturrahim Ketua DPW Punguan Sirait Muslim Indonesia ini disambut baik Pimpinan Pondok Pesantren Daaruttauhid Ahlillah, Tuan Guru Sugito Sirait.

Selain bersilaturrahim, Bakhtiar Sirait sengaja datang ke Pondok Pesantren Daaruttauhid Ahlillah untuk menemui Tuan Guru Sugito Sirait.

Baktiar Sirait pun merasa bangga, ada salah satu putra Sirait yang menyandang gelar Tuan Guru sekaligus sebagai pemilik Pondok Pesantren.

“Saya sengaja datang ke sini untuk menemui Tuan Guru Sugito Sirait. Awalnya saya belum mengenal beliau, saya baru dengar informasi saja dan benar ternyata,” ucap Bakhtiar Sirait kepada wartawan usai kunjungannya.

“Selain itu tujuan utama saya datang berkunjung juga untuk membentuk DPD di Simalungun. Saya akan cari Sirait Sirait Muslim di Daerah Simalungun yang nantinya bisa membentuk Punguan Sirait Muslim,” sebutnya.

Ketua DPW Sumut
Yayasan Punguan Sirait Muslim Indonesia, Bakhtiar Sirait S.Sos (kiri) bersama Pimpinan Pondok Pesantren Daaruttauhid Ahlillah, Tuan Guru Sugito Sirait (kanan). (BES)

Senada diutarakan Tuan Guru Sugito Sirait yang mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPW Sumut Yayasan Punguan Sirait Muslim Indonesia karena sudah mau berkunjung menemuinya di Ponpes Daaruttauhid Ahlillah. “Saya akan mendukung untuk memajukan Punguan Sirait Muslim di Kabupaten Simalungun ini,” tegasnya.

Meski terbilang baru saling mengenal, namun pertemuan kedua tokoh Sirait ini penuh kekeluargaan. Diawali dengan berpelukan, keduanya kemudian makan bersama ala Pesantren lalu dilanjutkan dengan bincang bincang.

Pada kesempatan itu, Tuan Guru Sugito Sirait juga memberikan pandangan-pandangan Agama kepada Bakhtiar Sirait. Beliau juga mengatakan sedang menulis sebuah buku berjudul “Mutiara Maqrifat dari Negri Batak”.

Usai saling bercengkrama, Tuan Guru Sugito Sirait juga membawa Bakhtiar berkeliling Pesantren sambil menjelaskan situasi pesantrennya yang sudah berdiri selama tiga tahun dan tingkat Tsanawiyah saat ini memiliki lebih kurang 60 orang santri.

Meski Tuan Guru Sugito Sirait berperawakan atletis serta murah senyum, namun dimata Bakhtiar Sirait, beliau memiliki kewibawan cukup tinggi. Apalagi alumni Pondok Pesantren Mustafawiyah Purba imi memiliki rambut gondrong serta berjanggut panjang. Mereka mengakhiri pertemuan itu dengan poto bersama dengan para santri. (BES)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *