Jakarta, ArmadaBerita.Com
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menganugerahi lima Provinsi serta 7 Kabupaten/Kota di Indonesia yang sangat berperan aktif sebagai Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam perbaikan ekonomi nasional.
Anugrah TPKAD Award 2021 secara langsung diberikan Ketua Dewan Komisioner OJK Simbol Santoso dalam agenda Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di Jakarta, Kamis (16/12/2021). Kegiatan juga dilakukan secara virtual.
Dari ke lima provinsi yang meraih penghargaan, salah satunya adalah Provinsi Sumatera Utara. TPAKD Sumut meraih TPKAD Award untuk kategori terbaik dalam ragam akses pengembangan keuangan.
Kemudian, Provinsi Lampung terbaik dalam kategori akses pengembangan di sektor pertanian. Provinsi DKI Jakarta terbaik dalam pengembangan program iklnklusi keuangan di wilayah perkotaan. Provinsi Jawa Barat, terbaik dalam kategori implementasi pembiayaan melalui pola kemitraan. Dan terakhir Provinsi Jawa Tengah, terbaik dalam kategori program pemberdayaan UMKM.
Sedangkan untuk tingkat Kabupaten/Kota, Kabupaten Tebing Tinggi terpilih sebagai kategori Kabupaten/Kota terbaik dalam Inovasi Program Pemberdayaan UMKM.
Kabupaten Siak, Sumatera Barat, Dalam penyediaan akses keuangan di wilayah terpencil. Kabupaten Tegal, kategori program inovasi pengembangan digitalisasi UMKM. Kabupaten Gunung Kidul inovasi digitalisasi di pengembangan sektor pariwisata.
Kabupaten Gianyar, Bagi program pembiayaan keluarga sejahteratera. Kabupaten Lombok Timur, terbaik di sektor peternakan. Kabupaten Flores Timur, sebagai penyediaan akses keuangan di wilayah kepulauan.
Para pemenang TPAKD Award mewakili provinsi yang menerima anugrah TPAKD Award 2021 tersebut diterima masing-masing Gubernur. Untuk Provinsi Sumatera Utara, penghargaan diterima oleh Hasmi Rizal Lubis selaku Asisten Administrasi Umum, mewakili Gubernur Sumut.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wiboh Santoso dalam acara penganugrahan tersebut mengucapkan selamat kepada Pemprov dan Pemkab/Kota dalam mencapai TPKAD Award 2021. Agenda tahunan yang dilakukan ini menurutnya dapat menjadi semangat bagi semua dalam membangun indonesia untuk lebih baik lagi.
“Ini menjadikan kita lebih bersemangat lagi ke depan. Tentunya kami lebih optimis lagi kedepan, agar kita bisa menunaikan tugas kita lebih leluasa dan memberikan manfaat yang lebih banyak bagi masyarakat,” katanya.
Dijelaskannya bahwa dalam TPAKD kali ini tanpa sinergi pemerintah daerah tidak ada artinya. Begitupun program-program pemerintah pusat serta program-program OJK tidak ada artinya jika tidak bersinergi dengan pemerintah daerah dan tentunya seluruh pemangku kepentingan.
Apalagi, salah satu indikasi bagaimana masyarakat bisa mengakses keuangan adalah melalu inklusi keuangan yang tercapai 76 persen. Ke depan, dirinya menegaskan dan optimis mampu meraih target inklusi keuangan menjadi 90 persen pada tahun 2024.
“Kami sekali lagi mengucapkan terimakasih atas sinergi ini dan tentunya ada banyak hal kedepan yang harus kita perhatikan untuk mentingkatkan peran sektor keuangan kepada masyarakat,” tegasnya. (ASN)











