EKBIS  

Peran JNE Majukan UMKM

Share

Oleh Arvin Syahputra Nasution

PEMBERDAYAAN UMKM oleh pemerintah menjurus ke pelosok negeri. Selain instansi pemerintahan, pihak swasta juga turut andil dalam membantu meningkatkan perekonomian nasional. Semisal, JNE. Perusahaan swasta yang sudah memasuki usia 30 tahun ini tumbuh subur di berbagai wilayah Indonesia. JNE yang sifatnya sebagai jasa pengiriman, ternyata punya peran penting bagi pelaku UMKM yang merupakan tombak pendongkrak perekonomian itu.

Branch Manager JNE Medan, Fikri Al Haq Fachryana menyebut, sebagian besar pelanggan jasa pengiriman adalah pelaku UMKM. Ia menyadari, UMKM berkontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. Maka dari itu, dukungan JNE terhadap UMKM luar biasa.

Untuk memberdayakan pelaku UMKM, JNE punya terobosan. Semisal, ada program JNE mengajak jualan online. Para pelaku UMKM dikumpulkan lalu dibina untuk mendapatkan seminar. Di program ini, tim JNE membongkar pola pikir pelaku UMKM yang tadinya biasa memasarkan barangnya secara offline kini menjadi online.

Sasaran yang terus dilakukan JNE ke berbagai wilayah di Indonesia juga tak terlepas dari pihak pemerintah. JNE bekerja sama dan melibatkan Dinas Koperasi setempat dengan melatih pelaku UMKM. “Setiap pertemuan dalam pelatihan, ada 50 orang pelaku UMKM dibekali selama 2 jam. Di sini kita membuka mindset mereka untuk mengetahui peluang di era digital dan memasarkan produk lewat online,” kata Fikri di Medan, Jumat (9/10/2020).

Pembekalan terhadap pelaku UMKM itu dilakukan secara berkesinambungan. Setiap bulan, JNE mendorong pelaku UMKM yang berbeda-beda untuk terus aktif berkegiatan. Selain UMKM bisa berkembang dan terus maju, JNE sepasti dapat imbasnya. Para pelaku UMKM pun senang tetap menggunakan jasa pengiriman dari JNE. Program lainnya berupa JNE Goes to TK, atau JNE Goes to Kampus.

Namun di massa pandemi Covid-19 yang melanda, berbagai pertemuan maupun pelatihan seminar terhadap pelaku UMKM sempat redup. Apalagi banyak kerjasama ke berbagai toko, mall, dan tempat perbelanjaan lainnya sempat ditutup. Tetapi JNE dari awal sudah punya talang.

Pembekalan terhadap pelaku UMKM dan proses ubah mindset selama ini ternyata membuahkan hasil. Mindset penjualan produk yang tidak harus off line pun dilakukan pelaku UMKM. Tak ayal, kini pelaku UMKM telah mengenal sistem online. Untuk memasarkan dagangnya, para pelaku UMKM pun terbiasa menggunakan internet dengan memosting dagangnya ke Marketplace, Lazada, Shopee, dan lainnya.

Kini, mereka lebih praktis. Dalam satu genggaman saja, mereka bisa memasarkan barang dagangannya. Tidak sampai di situ, JNE juga secara berkesinambungan membuka diri kepada dinas terkait ataupun ke pelaku UMKM menindaklanjuti setelah pelatihan yang dibuat JNE. Di kegiatan itu, JNE juga bisa memfasilitasi Dinas untuk bekerja sama dengan relasi komunitas platformnya seperti Tokopedia dan lainnya.

“Sebenarnya mereka kan punya komunitas platform tersendiri, dan kita bisa fasilitasi itu. Bahkan di beberapa titik Cabang kami, disiapkan beberapa bangunan semacam ruangan training gitu untuk memfasilitasi belajar secara online dalam memasarkan barang mereka,” sebut Fikri.

Di pelatihan itu, JNE mengajarkan pelaku UMKM bagaimana caranya bisa masuk ke platform. Setiap seminar, terkadang JNE mengundang komunitas yang effortnya di bidang platform untuk mengedukasi mereka. “Seperti di daerah Binjai, di Lubuk Pakam, pokoknya kita ngegandenglah. Karena Platform itu pun senanglah karena mereka pasti punya niat memajukan UMKM,” tukasnya.

JNE Siapkan Platform Untuk UMKM

Selain dari platform luar, JNE juga punya platform sendiri. Platform dari JNE namanya www.pesona-indonesia.co.id. Jadi, pelaku UMKM bisa memasarkan barangnya. Dari website itu, nantinya pelaku UMKM bisa mendaftar dengan persyaratan dalam arti ada izinnya, minimal izin PIRT selain Dinas kesehatan.

Untuk Sumut saja, produk yang masuk di platform JNE sudah banyak. Platform ini masih fokus di bidang oleh-oleh atau makanan. Setelah para pelaku UMKM yang diberi pelatihan dan seminar bisa jadi peserta, JNE juga akan memberikan kartu member secara virtual yang dinamakan JNE Loyalty Card. Nantinya akan didaftarkan melalui email dan nomor HP mereka. Setelah itu, nantinya akan dibangun MoU tersendiri dengan pihak UMKM.

Sekarang ini, sudah ratusan lebih yang mengikuti pelatihan dan konsisten menggunakan jasa JNE. Salah satunya di Sumut ada pelaku UMKM bernama Raja Patin di Kabupaten Deli Serdang, Kopi Batak, jenis kopi lainnya, dan banyak lagi. Selain tampil di platform JNE, produk UMKM juga bisa tampil terpajang di setiap cabang kantor JNE.

“Nantinya yang sudah menjadi pelanggan kita, barang mereka akan kita pajangkan di cabang-cabang kita. Kita prioritaskan barang mereka bisa dipajangkan di platform kita. Nantinya akan kita bantu pakai kemasan yang bagus dan kita foto agar lebih menarik,” ungkap Fikri.

Saling Menguntungkan

Campur tangan JNE juga menguntungkan bagi pelaku UMKM. Para pelaku UMKM di Sumut terbilang lemah dalam hal kemas-mengemas barang. Sehingga kurang mentereng untuk diminati konsumen. “Karena kemasan kurang menarik, kami dari JNE menyediakan wadah bagi pelaku UMKM yang ingin memajangkan dagangnya, jadi kan mereka lebih bersemangat. Saat ini di Medan saja sudah ada 29 vendor UMKM yang memajangkan datangnya di platform kita,” sebutnya.

Sistem keuntungan dari JNE, sama halnya seperti instan grab dan gojek. Di situ berbicara ada ongkos kirim dan kemasan juga, di samping itu tanggung jawabnya juga ada di JNE.

Kue Jasa Ekspedisi

Pada masa pandemi Covid-19, pihak JNE mengaku, jasa ekspedisi merasakan dampak positif. Sekarang ini, setiap orang di massa pandemi diharuskan physical distancing, sehingga mereka memilih berbelanja lewat online. Hal itulah membuat jasa ekspedisi semakin menggeliat.

Meski begitu, kompetitor jasa pengantaran barang di massa pandemi ini juga kian bertambah. Beberapa platform juga sudah membuat inovasi dan taktik untuk menarik konsumen agar mau menggunakan jasanya. Diantaranya, para platform kini sudah memiliki kurir siap antar tersendiri.

Pun begitu, JNE tetap memberikan kepercayaan dan pelayanan yang harus dijaga agar pelanggan puas dan setia. Apalagi, JNE memasuki usia yang tidak muda dan memiliki lebih 40 ribu karyawan. Hal itu juga dibarengi dengan trik promo. JNE juga mempunyai titik layanan lebih luas, jauh dan profesional. JNE juga memiliki Jaringan kita lebih luas sampai ke desa-desa, armada cukup banyak, dan memiliki pilihan servis lebih banyak.

“Yang mau paketnya lebih cepat, dengan harga premium juga ada, dan masih banyak lagi. Kita punya layanan proses delivery yang sampai malam hari, costumer service kita 24 jam dan sebagainya. Tapi kita karena di bidang jasa kita fokus ke layanan,” jelas Fikri.

Bangun Loyalitas

Demi mendapatkan loyalitas pelanggan, JNE menyiapkan program JNE Loyalty Card (JLC). Kartu ini diberikan bagi setiap pelanggan utama (member). Bagi yang memiliki kartu JLC setiap tahunnya bisa ikut penukaran poin yang hadiahnya lumayan fantastis berupa mobil, sepeda motor, dan lainnya. “Kuncinya harus berinovasi. Kami punya yang namanya Singgel Tarif (satu tarif), seperti kiriman Medan – Binjai dan kota lainnya jadi satu harga. Pelayanan, tetap utama,” anjurnya.

JNE juga berkolaborasi dengan platform lainnya. Seperti di Snoopy dan platform lainnya, JNE adalah salah satu jasa pengantar yang tersedia. “Namun di platform ini kita bayar kontrak yang tidak sedikit harganya. Nah semua ekspedisi juga bayar seperti itu kepada platform yang ada kerja samanya,” akunya.

Sinergi Dengan Pemerintah

Sebagai bentuk sinergi kepada pemerintah di massa pandemi Covid-19, JNE selalu hadir. Tentunya dalam kiprahnya sebagai jasa pengiriman. Baru-baru ini, JNE mendukung gerakan Anne Avantie dengan mendistribusikan APD untuk tenaga medis ke RS ke seluruh Indonesia. Seruh biaya pengiriman APD ke seluruh Rumah Sakit di Indonesia itu digratiskan.

“Ana Avantie itu desainer baju artis terkenal. Selama Pandemi ini, dia stop produksi kebaya buatannya. Tapi dia kerahkan semua anak buahnya untuk memproduksi pakaian APD. Kita bekerja sama dengan dia untuk mendistribusikan APD itu ke seluruh Indonesia. Nah itu biaya ongkirnya kalau diuangkan miliaran rupiah tapi kita komitmen membantu sesama,” ucap Fikri.

Kemudian JNE memberikan gratis ongkir bagi program Ikhlas Foundation dan Mualaf Center Indonesia. Dalam hal ini JNE juga membantu pendistribusian Nasi Kotak serta APD ke RS seluruh Indonesia.

Ada lagi kegiatan JNE dan DANA Kemanusiaan Kompas mendukung kegiatan Food Bank Id dalam program #MerekaButuhKita yang merupakan sumbangsih pembaca kompas. JNE membantu pengantaran 1000 paket sembako itu.

JNE juga ikut berperan menyerahkan bantuan peduli Covid-19 sebesar Rp 1 milyar bagi masyarakat DKI Jakarta. Kemudian JNE mendukung kegiatan Benih baik dengan berkontribusi dalam memberikan gratis ongkir yakni melakukan pendistribusian APD untuk tenaga medis.

Khairul memaparkan, JNE terus bersinergi dengan pemerintah, apalagi dimasa Pandemi Covid-19 ini. Apa yang ditetapkan pemerintah terkait dalam hal pengiriman, JNE harus patuh. Sinergi lainnya adalah memberantas kiriman-kiriman barang terlarang. JNE biasanya bekerja sama dengan pihak kepolisian maupun pihak BNN.

JNE juga berkontribusi dalam penyaluran donasi Dompet Amal Transmedia, dan masih banyak lagi. Di samping berbisnis, perusahaan JNE juga ternyata banyak meningkatkan para pelaku UMKM hingga mengembangkan sayapnya. Jadi, banyak juga perusahaan lain yang turut andil dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan melakukan giat sosialnya di massa Pandemi Covid-19. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *